Wednesday, 30 Ramadhan 1442 / 12 May 2021

Wednesday, 30 Ramadhan 1442 / 12 May 2021

Studi Ungkap Iklan Vape Mudah Pengaruhi Remaja

Selasa 01 Oct 2019 15:22 WIB

Rep: Febryan A/ Red: Indira Rezkisari

Vape dengan perasa sudah mulai dilarang penjualannya di sebagian negara bagian Amerika. Juga dilarang di Jepang dan India.

Vape dengan perasa sudah mulai dilarang penjualannya di sebagian negara bagian Amerika. Juga dilarang di Jepang dan India.

Foto: AP
Dibutuhkan aturan yang luas agar iklan vape tidak bisa menjangkau remaja.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Sebuah riset terbaru yang dikerjakan tiga universitas dari Inggris dan Amerika Serikat (AS) menemukan bahwa iklan rokok elektrik atau vape sukses membuat remaja terpengaruh untuk ikut mengonsumsinya. Artinya, perlu ada aturan terkait iklan vape di publik.

Para peneliti untuk riset ini berasal dari University of South Carolina, King’s Institute of Psychiatry, Psychology & Neuroscience dan UK Centre for Tobacco and Alcohol Studies. Studi menggunakan data dari survei daring internasional tahun 2017. Sebanyak 12.064 orang yang berusia 16 hingga 19 tahun menjadi responden.

Riset menemukan bahwa 83 persen responden pernah melihat iklan vape. Sebanyak 40 persennya melihat iklan vape di website dan media sosial yang diunggah oleh sejumlah artis.

Sekitar 38 persen dari responden ternyata menyatakan ketertarikannya untuk menghisap vape usai melihat sejumlah iklan tersebut. Selain itu, 36 persen responden percaya target iklan itu adalah orang-orang yang tidak merokok sebelulmya.

"Penelitian kami menunjukkan bahwa upaya tambahan diperlukan untuk membatasi daya tarik pengiklanan produk vape kepada remaja," Dr Sara Hitchman dari King's King’s Institute of Psychiatry, Psychology & Neuroscience, dikutip dari Independent, Selasa (1/10).

Kepla bagain korporat British American Tobacco, Simon Cleverly, mengatakan bahwa produk mereka tidak sama sekali mengincar remaja. “Semua produk kami dipasarkan secara bertanggung jawab, terutama dalam hal memastikan bahwa komunikasi hanya diarahkan kepada konsumen dewasa," katanya.

Meski demikian, Inggris saat ini telah melarang iklan vape di media massa. Tetapi produsen vape tetap bisa melakukan promosi lewat papan iklan, selebaran dan di dalam toko yang menjual vape.

Angka terbaru dari Action on Smoking and Health (ASH), menunjukkan bahwa jumlah orang yang menghisap vape di Inggris telah mencapai rekor tertinggi sepanjang masa. Sebanyak 3,6 juta orang Inggris kini menghisap vape. Angka itu melonjak 12,5 persen dalam satu tahun terakhir.



BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA