Saturday, 9 Zulqaidah 1442 / 19 June 2021

Saturday, 9 Zulqaidah 1442 / 19 June 2021

AQL Gelar Agenda Cahaya Alquran

Ahad 29 Sep 2019 21:20 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Agung Sasongko

Alquran

Alquran

Foto: Republika/Agung Supriyanto
Pembicara utama pada agenda ini adalah qori asal Kuwait, Mishari Rashid Alafasy.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- AQL Islamic Center bersama Maskanul Huffadz menggelar agenda bertema "Cahaya Alquran, Meraih Hidayah Ar-Rahman" di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta Pusat, Ahad (29/9). Acara ini dihadiri sejumlah influencer Muslim. Pembicara utama pada agenda ini adalah qori asal Kuwait, Mishari Rashid Alafasy.

Di antaranya adalah Ria Ricis, Salim Bahanan, Muzammil Hasballah, dan Utsman Baco. Dalam kesempatan itu, Muzammil mengakui bahwa semua yang hadir pada agenda ini tentu ingin bertemu dengan qori internasional Mishari Rashid Alafasy.

"Tentunya semua yang hadir di sini itu menunggu kedatangan Syekh Mishari. Setahu saya Syekh Mishari pertama kali datang ke Indonesia. Tapi kenapa kita ingin bertemu? Sebetulnya bukan karena Syekh Mishari-nya, tapi karena Alqurannya," tutur dia dalam acara tersebut.

Bahkan, lanjut Muzammil, teman-temannya dari Bandung juga ikut hadir. "Teman saya, para hafiz Alquran yang hafalannya siang malam di-muroja'ah, masya Allah. Semua di sini ingin mendapatkan inspirasi Alquran, karena Alquran itu mulia," tambahnya.

Muzammil menyampaikan, semua yang berkaitan dengan Alquran, Allah muliakan. Misalnya, malam turunnya Alquran bernama lailatur qodar. Alquran turun di hari Jumat, maka disebut sayyidul ayyam.

"Turun di bulan Ramadhan, (jadi) bulan paling mulia. Turun di madinah dan Makkah, dua tempat itu jadi tempat paling mulia di muka bumi oleh Allah. Allah berikan kepada Nabi Muhammad, menjadi manusia paling mulia," paparnya.

Muzammil juga menuturkan bahwa belajar agama itu haruslah kepada ahlinya atau ulama. "Meski dipanggil ustaz tapi saya enggak mau dipanggil ustaz. Karena saya ini bukan ustaz. kalau di Indonesia, ustaz itu sepreti ulama, kalau ditanya harus tahu, maka saya kurang nyaman dipanggil ustaz. Panggilnya apa sajalah, boleh mas, bang, boleh kang," tuturnya.

Sementara itu, Ria Ricis mengungkapkan bahwa dirinya ingin menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain. "Untuk apa punya follower kalau enggak bermanfaat untuk orang lain. Ricis ingin sekali menyucikan harta. Karena itu enggak akan buat kita miskin. Membantu sesama tidak akan membuat miskin," ungkapnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA