Monday, 28 Ramadhan 1442 / 10 May 2021

Monday, 28 Ramadhan 1442 / 10 May 2021

Karyawan RSUD Keracunan Massal Usai Konsumsi Susu

Ahad 29 Sep 2019 00:57 WIB

Red: Andi Nur Aminah

Korban keracunan masal mendapatkan perawatan (ilustras)

Korban keracunan masal mendapatkan perawatan (ilustras)

Foto: Antara/Prasetia Fauzani
Keracunan menimpa puluhan orang karyawan.

REPUBLIKA.CO.ID, CIANJUR -- Managemen RSUD Cianjur, Jawa Barat, segera melakukan evaluasi terkait peristiwa keracunan massal yang menimpa sejumlah karyawan rumah sakit setelah mengonsumsi susu kemasan yang kedaluarsa. Direktur Utama RSUD Cianjur, Ratu Tri Yulia pada wartawan Sabtu (28/9) membenarkan ada beberapa orang perawat yang piket malam mengalami keracunan. Diduga akibat mengonsumsi susu kedaluarsa.

"Direksi akan melakukan evaluasi terutama terkait penyediaan konsumsi bagi pegawai yang mendapat piket malam karena untuk penyediaan dilakukan koperasi, sedangkan rumah sakit hanya menyerahkan dana untuk dikelola koperasi," katanya.

Keracunan yang menimpa puluhan orang karyawan tersebut, ungkap dia, baru diketahui Sabtu siang. Laporan dari pejabat direksi masuk, sehingga pihaknya langsung mencari informasi.

Baca Juga

"Kami akan mencari tahu prosedur pengadaan barang untuk makanan tambahan bagi pegawai tersebut, termasuk distributor untuk setiap konsumsi yang disediakan," katanya.

Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman, mengatakan pihaknya telah menghubungi direksi RSUD Cianjur, terkait adanya keracunan masal yang menimpa puluhan karyawan tersebut. "Saya intruksikan untuk segera ditindaklanjuti karena rumah sakit merupakan contoh, tapi ini yang terjadi menimpa karyawan, saya minta untuk evaluasi total," katanya.

Informasi dihimpun puluhan karyawan RSUD Cianjur mengalami keracunan, satu orang di antaranya terpaksa menjalani rawat inap karena sempat mengalami muntah-muntah dan dehidrasi akut. Keracunan tersebut berawal ketika karyawan yang piket malam mendapat jatah makanan tambahan berupa susu dalam kemasan merk Indomilk.

Selang beberapa saat setelah mengonsumsi susu tersebut sebagian besar mengeluh pusing dan mual-mual. "Kami tidak tahu persis berapa orang yang mengalami keracunan, namun setiap piket malam 80 orang karyawan mendapat makanan tambahan termasuk susu. Namun satu orang yang cukup parah terpaksa dirawat," kata karayawan yang minta namanya dirahasiakan.

Ia menjelaskan, setelah dicek setiap makanan yang ada dalam paket konsumsi terdapat susu Indomilk kedaluarsa pada Agustus 2019. Sehingga diduga susu kadaluarsa menjadi penyebab keracunan.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA