Thursday, 10 Ramadhan 1442 / 22 April 2021

Thursday, 10 Ramadhan 1442 / 22 April 2021

Penumpang Sambut Baik Aplikasi Angkot Online

Kamis 26 Sep 2019 22:41 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Gita Amanda

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Wasto (batik) dan Dinas Perhubungan memberikan keterangan tentang konsep angkutan kota (angkot) berbasis aplikasi di Balai Kota Malang, Kamis (26/9).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Wasto (batik) dan Dinas Perhubungan memberikan keterangan tentang konsep angkutan kota (angkot) berbasis aplikasi di Balai Kota Malang, Kamis (26/9).

Foto: Republika/Wilda Fizriyani
Dengan angkot online pnumpang bisa tahu posisi angkot di mana.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Pemerintah Kota (Pemkot) Malang akan menerapkan sistem dalam jaringan (daring) pada angkutan kota (angkot). Program yang bekerja sama dengan penyedia aplikasi angkot online (TRON) ini pun mendapatkan sambutan baik dari masyarakat.

"Aku setuju saja kalau bener. Jika seperti online, maka penumpang bisa tahu posisi angkot di mana," kata penumpang angkot, Sylvianita (40) kepada Republika.co.id, Kamis (26/9).

Selama ini, kata Sylvi, dia selalu merasa kesulitan mencari angkot. Dia tidak tahu posisi angkot sehingga harus menunggu lama. Tak jarang, ia harus kehilangan tumpangan angkot saat lengah. 

Dengan aplikasi daring, Sylvi yakin, para penumpang akan merasa terbantu. Sopir angkot dapat melaju cepat karena telah mengetahui posisi penumpang. Penumpang juga tidak perlu menunggu lama tanpa kepastian di titik jemput. 

"Kalau ini diterapkan, anak-anak sekolah pasti senang karena jelas berangkatnya," jelas pegawai swasta ini.

Sylvi sendiri memang sudah sedari lama menggunakan angkot sebagai transportasi sehari-hari. Selain mengasyikkan, tarif angkot lebih murah dibandingkan memakai jasa transportasi online. Hal ini setidaknya dapat mengurangi pengeluaran yang cukup besar sehari-hari.

Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang akan menerapkan angkutan kota (angkot) berbasis sistem aplikasi atau dalam jaringan (daring). Hal ini diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Wasto setelah mendapatkan penawaran dari penyedia aplikasi angkot online (TRON) di Balai Kota Malang, Kamis (26/9). 

"Jadi ada perusahaan aplikasi menawarkan gratis untuk angkutan kota berbasis online atau aplikasi. Ini sudah diterapkan di Bekasi," kata Wasto kepada wartawan di Balai Kota Malang.

Berdasarkan informasi yang diterima, aplikasi daring dapat membantu dan meningkatkan pendapatan sopir. Penumpang juga dipermudah karena tidak perlu menunggu angkot terlalu lama. Supir dan penumpang akan sama-sama tahu lokasi dan waktu penjemputan secara pasti.

Keuntungan juga tidak hanya diperoleh supir dan penumpang, tapi pemerintah. Keberadaan aplikasi bisa mengurangi kemacetan, karena angkot tidak perlu menunggu lama di beberapa titik untuk mendapatkan penumpang. "Supir juga tidak lagi ngetem untuk dapatkan penumpangnya yang enggak jelas kapan dapatnya. Penumpang diuntungkan karena ada kepastian berangkat juga. Semuanya akan diuntungkan dengan basis aplikasi ini," tambahnya.

Angkot berbasis sistem daring nantinya tidak akan mengalami perubahan pada trayek yang tersedia. Artinya, para supir tetap akan mendapatkan penumpang dari trayek yang dilaluinya melalui aplikasi. Ketetapan waktu penjemputan juga dipastikan tidak akan merugikan supir maupun penumpang.

"Jadi sesuai dengan aplikasi, mana yang paling dekat nanti akan menghampiri calon penumpang. Supir yang berdekatan bisa angkut penumpang," katanya.

Untuk tarif, Wasto mengatakan, pihaknya tidak akan mengubah batasan yang telah ditetapkan angkot. Hal yang pasti, pengunduhan aplikasi angkot daring ini tidak dipungut biaya sama sekali. Konsep ini serupa dengan yang dimiliki aplikasi Gojek dan Grab. 



BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA