Wednesday, 13 Zulqaidah 1442 / 23 June 2021

Wednesday, 13 Zulqaidah 1442 / 23 June 2021

Bandara Sam Ratulangi Miliki Fasilitas Baru

Kamis 26 Sep 2019 21:51 WIB

Red: Citra Listya Rini

General Manager Air Navigation (AirNav) Indonesia cabang Bandara Internasional Sam Ratulangi Danan Seseno

General Manager Air Navigation (AirNav) Indonesia cabang Bandara Internasional Sam Ratulangi Danan Seseno

Foto: Citra Listya Rini/Republika
Para pilot kini dibantu ILS untuk mendaratkan pesawatnya dalam keadaan cuaca buruk.

REPUBLIKA.CO.ID, MANADO  --  Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi, Manado memiliki fasilitas baru bernama instrument landing system (ILS). Alat ini membantu para pilot maskapai penerbangan mendaratkan pesawatnya dalam keadaan cuaca buruk. 

“Jadi, instrument landing system menjadi pemandu (para pilot) yang hendak mendarat, vertikal dan horisontal,” kata General Manager Air Navigation (AirNav) Indonesia cabang Bandara Internasional Sam Ratulangi Danan Suseno kepada wartawan di Manado, Kamis (26/9). 

Danan mengatakan, ILS memiliki teknologi yang memandu pesawat dalam dua dimensi, yakni horisontal dan vertikal. Khusus Manado dan daerah lain mempunyai kontur bukit yang banyak. Tentu hal ini akan membuat pilot takut mendarat saat cuaca kurang bagus. Misalnya, kondisi hujan.

“Karena kalau pakai alat terbaru ini pilot  hanya melihat pada instrumen saja, jadi di luar gelap pun pilot dapat mengikuti apa yang ditunjukkan indikator itu. ILS akan dituntun pada arah landasan pacu yang bagus. Dalam hal ini dia tidak melenceng ke kanan dan kiri tidak terlalu tinggi atau rendah,” kata Danan. 

Sebelumnya, ILS Cat-1 sudah dimiliki Bandara Sultan Thaha Saipuddin, Jambi. Alat tersebut memiliki kapasitas membantu pendaratan dengan minimal jarak pandang sampai dengan 800 meter sehingga cukup membantu mengurangi dampak kabut asap terhadap lalu lintas penerbangan.

"Tidak ada alat bantu tambahan untuk itu, alat bantu pendaratan kita ILS Cat-1 bisa membantu pendaratan dengan minimal visibility sampai dengan 800 meter," kata Ekskutif General Manager PT Angkasa Pura II Bandara Sultan Thaha Jambi, Mohamad Hendra Irawan.

Idealnya setiap bandara memiliki perangkat yang disebut ILS. Dengan adanya ILS maka standard keselamatan penerbangan menuju suatu bandara dapat lebih terjamin.

Penerbangan yang dilakukan malam hari dapat berlangsung dengan adanya ILS, pun pilot dapat mendaratkan pesawat tatkala cuaca buruk dengan sudut pandang terbatas, itu juga dapat dilakukan berkat adanya ILS. Sayangnya di Indonesia, bandara yang telah mengadopsi ILS jumlahnya masih terbatas saja.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA