Saturday, 22 Rajab 1442 / 06 March 2021

Saturday, 22 Rajab 1442 / 06 March 2021

Gempa Ambon, BPBD Maluku: Empat Warga Meninggal

Kamis 26 Sep 2019 14:15 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Suasana bangunan Pasar Apung Desa Tulehu yang roboh akibat gempa bumi di Ambon, Maluku, Kamis (26/9/2019).

Suasana bangunan Pasar Apung Desa Tulehu yang roboh akibat gempa bumi di Ambon, Maluku, Kamis (26/9/2019).

Foto: Antara/Izaac Mulyawan
Empat warga meninggal, termasuk satu balita, dalam bencana gempa bumi di Ambon.

REPUBLIKA.CO.ID, AMBON -- Gempa dengan magnitudo 6,5 yang melanda wilayah Ambon pada Kamis pukul 08.46 WIT menyebabkan empat warga meninggal dunia, termasuk satu anak berusia balita. Data sementara itu diumumkan oleh Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku, Kamis.

Warga yang meninggal dunia, menurut data pemerintah, terdiri atas seorang dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon, seorang warga Desa Naniadi Kecamatan Teluk, Ambon, seorang warga Desa Wai, Kecamatan Salahutu, Maluku Tengah, dan anak berusia dua tahun bernama Joy Nanlohy di Lembah Argo, Desa Passo, Kecamatan Baguala, Ambon. Joy disebut meninggal dunia karena tertimpa reruntuhan bangunan rumah orang tuanya dan rumah keluarga Siregar yang roboh akibat gempa.

"Balita tersebut sempat ditolong warga dan dilarikan ke RS Oto Kuyk di Desa Passo, tetapi nyawanya tidak tertolong," kata pendeta Jemaat Lembah Argo, Christ Timisella, ketika dimintai konfirmasi oleh Antara.

photo
Suasana bangunan Pasar Apung Desa Tulehu yang roboh akibat gempa bumi di Ambon, Maluku, Kamis (26/9/2019).
Balita tersebut mengalami luka cukup parah di bagian kepala. Menurut Christ, jenazah balita tersebut sudah dibawa pulang dari rumah sakit dan disemayamkan di rumah pamannya di Lembah Argo. Rencananya, jenazah akan dimakamkan pada Jumat (27/9).

Gempa juga menyebabkan beberapa orang terluka serta sejumlah bangunan rumah, perkantoran, dan fasilitas umum rusak. Saat ini sebagian warga Kota Ambon dan sekitarnya mengungsi ke kawasan dataran tinggi karena khawatir tsunami datang, meski Kepala Stasiun Geofisika AmbonSunardi telah menyampaikan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Menurut hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa yang terjadi di Ambon pada Kamis pagi berdasarkan informasi awal magnitudonya 6,8 dan kemudian dilakukan pemutakhiran menjadi 6,5. Getaran gempa itu dirasakan di daerah Kairatu, Haruku, Tihulae, Latu, dan Ambon.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA