Thursday, 20 Rajab 1442 / 04 March 2021

Thursday, 20 Rajab 1442 / 04 March 2021

Percakapan dengan Trump Jadi Bencana Bagi Presiden Ukraina

Kamis 26 Sep 2019 09:56 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Nur Aini

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy (kiri) bertemua dengan Presiden AS Donald Trump di Hotel InterContinental Barclay New York di sela Sidang Umum PBB di New York, AS, Rabu (25/9)

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy (kiri) bertemua dengan Presiden AS Donald Trump di Hotel InterContinental Barclay New York di sela Sidang Umum PBB di New York, AS, Rabu (25/9)

Foto: AP Photo/Evan Vucci
Terungkapnya percakapan Trump dan Zelenskiy berdampak pada politik Ukraina.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Percakapan antara Presiden Amerika Serikat (AS) dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menimbulkan dampak buruk bagi presiden Ukraina. Bagi Zelenskiy percakapan itu menjadi bencana diplomatik.

Pernyataan Zelenskiy kepada Trump dalam catatan percakapan tersebut tampaknya akan menjengkelkan Partai Demokrat. Hal itu dapat mengubah dukungan bipartisan AS. Selain itu, terkuaknya percakapan antara Trump dan Zelenskiy membuat kesal Jerman dan Prancis.

Saat ini Ukraina sedang mengalami kebuntuan geopolitik dengan tetangganya Rusia setelah Moskow menganeksasi Krimea tahun 2014 lalu. Mereka juga masih menghadapi kelompok separatis yang didukung Moskow. Ukraina membutuhkan bantuan internasional untuk menyelesaikan masalah-masalah tersebut.

Baca Juga

"Sayangnya konsekuensi utama atas hal ini Ukraina dapat menjadi racun," kata Direktur New Europe Center, Alyona Getmanchuk di Ukraina, Kamis (26/9).

Ukraina sangat bergantung pada bantuan AS baik dari segi dana maupun diplomatik. Negara-negara Eropa seperti Prancis dan Jerman mencoba untuk membantu dengan membuat diskusi yang bertujuan untuk mencairkan kebuntuan proses perdamaian di timur Ukraina.

"Mungkin tidak seracun Rusia yang menjadi racun dalam penyelidikan jaksa khusus Robert Mueller, tapi tetap racun," kata Getmanchuk.  

Skandal tersebut terjadi di masa yang canggung bagi Zelenskiy. Hal itu karena terjadi saat ia ingin menghidupkan kembali bagian-bagian perjanjian perdamaian di timur Ukraina, sesuatu yang membutuhkan kekuatan diplomatik Eropa dan AS.

Catatan percakapan yang dipublikasi Gedung Putih menunjukkan Zelenskiy berjanji untuk membuka kembali penyelidikan terhadap perusahan tempat putra mantan wakil presiden AS Joe Biden bekerja. Ia juga mengungkapkan rasa frustasinya atas lemahnya dorongan Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk menegakkan sanksi kepada Rusia.

Catatan itu juga menunjukkan Zelenskiy setuju dengan Trump. Mantan duta besar AS untuk Ukraina Marie Louise Yovanovitch seorang 'duta besar yang buruk'.

"Zelenskiy tidak tampil bagus dengan ini, memberikan tendangan kepada mantan duta besar AS, dan tendangan ke Eropa dan lalu setuju untuk melakukan pekerjaan kotor Trump terhadap Biden," kata strategis senior pasar berkembang Bluebay Asset Management Timothy Ash.

Investor internasional sudah berharap Zelenskiy akan membuat janji Ukraina menjadi demokrasi bebas korupsi yang sepenuhnya transparan. Komentar Ash mencerminkan tumbuhnya skeptisisme investor.

Kementerian Luar Negeri Prancis menolak untuk berkomentar. Kantor kepresiden Prancis juga belum bisa dimintai komentar. Pemerintah Jerman juga belum memberikan jawaban. 

Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan ia pikir Amerika Serikat (AS) hanya akan mempublikasikan bagian Presiden Donald Trump dalam percakapan mereka. Pemerintahan Trump mempublikasikan percakapan antara Trump dan Zelenskiy yang dilakukan pada 25 Juli lalu.

"Saya pribadi berpikir terkadang pembicaraan antara presiden negara-negara merdeka harusnya tidak dipublikasikan," kata Zelenskiy kepada media-media Ukraina di New York, Rabu (26/9).

Berdasarkan kesimpulan sambungan telepon itu Trump menekan Zelenskiy untuk menyelidiki lawan politiknya Joe Biden. Trump meminta Zelenskiy untuk berkoordinasi dengan Jaksa Agung AS dan pengacara pribadinya.

"Saya hanya berpikir mereka hanya akan mempublikasikan bagian mereka," kata Zelenskiy.

Zelenskiy mengatakan ia tidak tahu rincian penyelidikan terhadap putra Biden. Ia kembali mengatakan ingin jaksa agung Ukraina yang baru untuk menyelidiki semua kasus. 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA