Monday, 17 Muharram 1444 / 15 August 2022

Sleman Kampanyekan Belanja di Warung Tetangga

Rabu 25 Sep 2019 15:42 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Muhammad Hafil

Warung Puthu Lanang menjajakan kue tradisional sejak 1935 di Jalan Jaksa Suprapto, Kota Malang.

Warung Puthu Lanang menjajakan kue tradisional sejak 1935 di Jalan Jaksa Suprapto, Kota Malang.

Foto: Republika/Wilda Fizriyani
Belanja di warung tetangga bisa meningkatkan pendapatan warung tradisional.

REPUBLIKA.CO.ID,SLEMAN -- Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman melakukan kampanye belanja di warung tetangga. Bahkan, Pemkab Sleman menghadirkan undian berhadiah di 34 warung di seluruh kecamatan.

Kepala Disperindag Kabupaten Sleman, Tri Endah Yitnani mengatakan, ini merupakan usaha untuk memberdayakan pemilik toko tradisional dan retail lokal. Sehingga, mereka mampu bersaing dengan toko modern.

Baca Juga

Ia berharap, dengan adanya undian belanja berhadiah ini diharapkan mampu menarik perhatian masyarakat. Kemudian, secara langsung maupun tidak langsung bisa meningkatkan jumlah pembeli di toko tradisional.

"Ini merupakan konsep untuk menyeimbangkan pelaku ekonomi kecil dan besar di Kabupaten Sleman," kata Endah di Kantor Disperindag Sleman, Rabu (25/9).

Kampanye belanja di warung tetangga ini kali pertama dilakukan. Endah berpendapat, ini merupakan wujud kehadiran Pemkab Sleman agar toko tradisional dapat terus menjalankan atau mengembangan usahanya.

"Berharap terobosan ini dapat meningkatkan omset para pemilik toko tradisional, kami targetkan ada kenaikan kunjungan pembeli sekitar 30 persen," ujar Endah.

Meski begitu, Disperindag Sleman sebenarnya sudah pernah melakukan hal-hal serupa. Tapi, dilakukan untuk meningkatkan pembeli yang ada di pasar-pasar tradisional.

Kala itu, dengan menghadirkan pula undian belanja berhadiah di pasar tradional, Endah mengaku dapat meningkatkan pengunjung ke pasar 20 persen. Artinya, konsep serupa sudah pernah memberi contoh sukses.

"Berharap keberhasilan itu dapat diterapkan untuk meningkatkan pembeli di toko-toko tradisional," kata Endah.

Pada kesempatan itu, Endah turut menyerahkan kupon, brosur dan kotak undian secara simbolis kepada pemilik toko tradisional, kecamatan dan desa. Nantinya, kupon diberikan ke pembeli minimal Rp 20 ribu.

Kupon tersedia mulai 1 Oktober-15 November 2019, dan diundi pada 20 November 2019. Hadiah ada tiga sepeda motor, enam LED TV, 12 kulkas, 20 penanak nasi, 20 kipas angin, 20 kompor gas, 20 blender dan lain-lain.

Selain itu, dilakukan pula kampanye cinta lingkungan dengan kurangi penggunaan barang berbahan plastik. Salah satunya dapat dilakukan mengurangi penggunaan plastik untuk membawa barang belanjaan.

"Pemilik toko diharapkan dapat mengimbau pembeli untuk membawa tas sendiri saat berbelanja," ujar Endah. 

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA