Monday, 11 Zulqaidah 1442 / 21 June 2021

Monday, 11 Zulqaidah 1442 / 21 June 2021

Inggris Pertimbangkan Ikut Misi Militer AS di Teluk Persia

Selasa 24 Sep 2019 07:51 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Nur Aini

Pemimpin Partai Konservatif sekaligus Perdana Menteri InggrisBoris Johnson saat tiba di markas partai di London, Selasa (23/7).

Pemimpin Partai Konservatif sekaligus Perdana Menteri InggrisBoris Johnson saat tiba di markas partai di London, Selasa (23/7).

Foto: Aaron Chown/PA via AP
Inggris menuding Iran sebagai dalang serangan di Arab Saudi.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan Inggris akan mempertimbangkan untuk ambil bagian dalam upaya militer yang dipimpin Amerika Serikat (AS) untuk meningkatkan pertahanan Arab Saudi. Johnson ikut menuduh Iran sebagai dalang serangan dua infrastruktur minyak Arab Saudi.

Sebelumnya Inggris menahan diri untuk menyalahkan serangan ke fasilitas milik perusahaan minyak Aramco 14 September lalu ke Iran. Kelompok Houthi yang berperang dengan koalisi Arab Saudi dan Uni Emirate Arab di Yaman.

Baca Juga

"Jelas, jika kami diminta, entah itu oleh Arab Saudi atau Amerika, untuk ikut berperan maka kami akan mempertimbangkannya dalam cara di mana kami dapat berguna," kata Johnson sebelum berangkat ke New York untuk menghadiri Sidang Umum PBB, seperti dilansir dari Aljazirah, Senin (24/9).

AS dan Arab Saudi menolak klaim kelompok Houthi. Mereka mengatakan Iran yang bertanggung jawab atas serangan tersebut. Teheran sudah membantah tuduhan itu dengan tegas.

Pada Jumat (20/9) lalu, Pentagon mengumumkan akan mengerahkan pasukan dan peralatan militer tambahan ke Arab Saudi dan Uni Emirat Arab dengan alasan sebagai bentuk 'pencegahan'. Pejabat pemerintah AS mengatakan mungkin ada ratusan pasukan yang akan dikerahkan.

Pada bulan lalu, Inggris sudah bergabung dalam koalisi maritim di Selat Hormuz. Misi yang menurut Washinton perlu dilakukan demi mengawal kapal-kapal yang melalui perairan strategis itu. Johnson menekankan pentingnya diplomasi dalam menanggapi serangan yang meningkatkan ketegangan di kawasan Teluk. Di sisi lain, ia juga menuduh Iran yang berada di balik serangan itu.

"Inggris mengaitkan tanggung jawab dengan kemungkinan yang sangat tinggi kepada Iran," kata Johnson.

Beberapa jam sebelumnya Presiden Iran Hassan Rouhani memperingatkan negara-negara Barat untuk 'menjauh'. Ia meminta mereka untuk menyerahkan keamanan Teluk kepada negara-negara di kawasan itu yang dipimpin oleh Teheran.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA