Wednesday, 19 Rajab 1442 / 03 March 2021

Wednesday, 19 Rajab 1442 / 03 March 2021

Rehabilitasi Museum Bahari Baru 27 Persen

Selasa 24 Sep 2019 06:10 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Pekerja menyelesaikan proyek Konservasi Museum Bahari di Penjaringan, Jakarta, Senin (22/7/2019).

Pekerja menyelesaikan proyek Konservasi Museum Bahari di Penjaringan, Jakarta, Senin (22/7/2019).

Foto: Antara/Aprillio Akbar
Rehabilitasi Museum Bahari ditargetkan selesai pada Desember 2019.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rehabilitasi Museum Bahari yang terletak di Jalan Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara saat ini baru 27 persen. Museum yang terbakar pada awal Januari lalu ditargetkan selesai pada Desember 2019.

"Untuk rehabilitasi Museum Bahari, mulainya tahun ini, saya tidak ingat kontraknya kapan dimulainya, tapi kontrak ini sampai dengan Desember. Kami sedang kebut terus ini," kata Kabid Seni Budaya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Gumilar Ekalaya, di Jakarta, Senin.

Sejauh ini, menurut Gumilar, rehabilitasi Museum Bahari baru mencakup pemlesteran tembok yang mengelupas akibat kebakaran, pengerjaan kusen yang terbakar, termasuk menginventarisir struktur yang bisa dipakai dan tidak, serta pergantian besi dan kayu-kayu yang keropos. Ia mengatakan, sebisa mungkin pihaknya memakai kayu yang kualitasnya mendekati aslinya.

"Kalau mencari yang sama persis gak mungkin ada, itu kan kayu udah ratusan tahun yang lalu. Tapi paling tidak dari sisi ukuran diameter, sama yaitu jati kelas satu harus yang sertifikat perhutani," kata dia.

photo
Pekerja menyelesaikan proyek Konservasi Museum Bahari di Penjaringan, Jakarta, Senin (22/7/2019).
Pada Desember 2019 nanti, kata Gumilar, target rehabilitasi Museum Bahari hanya untuk merestorasi bentuk bangunan saja, tidak sampai restorasi koleksi museum.

"Desember nanti, kami tidak melakukan restorasi sampai ke koleksi benda seni, hanya bangunan saja. Kalau koleksi, kami tidak menyentuh sampai koleksi. Kami hanya bangunan saja, merestorasi, mengembalikan seperti semula bangunan," ucapnya.

Adapun koleksi yang terbakar pada saat 16 Januari 2018 silam, akan dilakukan oleh Unit Pelaksana (UP) Museum Kebaharian.

"Tentunya kan ada barang-barang koleksi yang sudah terbakar, itu nanti akan diurus oleh UP Kebaharian, tentunya nanti ada koleksi-koleksi yang masih tersimpan di gudang mungkin bisa dipamerkan di situ," katanya.

Baca Juga

photo
Pekerja menyelesaikan proyek Konservasi Museum Bahari di Penjaringan, Jakarta, Senin (22/7/2019).
Berdasarkan data dari Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi DKI Jakarta, untuk konservasi Gedung Museum Bahari Disparbud DKI Jakarta menganggarkan Rp 48,968 miliar. Target hingga Agustus 2019, konservasi Gedung Museum Bahari Disparbud DKI Jakarta itu ditetapkan 47 persen realisasi, namun capaian Disparbud DKI Jakarta baru 27,8 persen realisasi.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA