Tuesday, 25 Rajab 1442 / 09 March 2021

Tuesday, 25 Rajab 1442 / 09 March 2021

Asap tak Surutkan Warga Bermalam Minggu di Kota Palembang

Ahad 22 Sep 2019 06:21 WIB

Red: Ratna Puspita

Sejumlah warga beraktivitas dengan latar belakang kabut asap yang menyelimuti kawasan Pelataran Benteng Kuto Besak Palembang, Jumat (13/9/2019).

Sejumlah warga beraktivitas dengan latar belakang kabut asap yang menyelimuti kawasan Pelataran Benteng Kuto Besak Palembang, Jumat (13/9/2019).

Foto: Antara/Mushaful Imam
Aroma asap cukup tajam tercium dan membuat mata terasa agak perih.

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG -- Ribuan orang tetap memadati Pedestrian Sudirman Kota Palembang, Sabtu (21/9) malam. Padahal, wilayah tersebut masih diselimuti asap cukup tebal yang menyebabkan kualitas udara berstatus tidak sehat.

Pantauan Antara, warga mulai memadati Pedestrian Sudirman untuk bermalam minggu seiring masuknya asap kiriman menjelang malam hari. Keramaian pengunjung tidak berbeda seperti biasanya.

"Niatnya tadi tidak mau keluar rumah karena waktu maghrib asap terlihat agak tebal, tapi anak saya tetap memaksa ke sini, makanya tetap ke sini pake masker supaya aman," kara salah seorang pengunjung Ridho Ilham.

Baca Juga

Sementara kualitas udara berdasarkan data air visual terintegrasi satelit hingga pukul 21.30 WIB, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Kota Palembang berada pada angka 205 yang terkategori tidak sehat atau setara 155 mikrogram PM 2,5. Selain itu aroma asap juga cukup tajam tercium di sekitar Pedestrian Sudirman dan membuat mata terasa agak perih.

Sebagian pengunjung tampak mengenakan masker, meskipun lebih banyak yang tidak menggunakan masker, termasuk anak-anak. Padahal, pemerintah setempat telah mengeluarkan anjuran memakai masker saat warga beraktivitas di luar rumah.

"Saya alhamdulillah selalu pakai masker satu minggu terakhir jika ingin keluar rumah, mau ada imbauan atau tidak semestinya masyarakat tetap pakai masker demi kesehatan sendiri," kata pengunjung lainnya, Destri.

Pedestrian Sudirman merupakan ruas jalan utama di pusat Kota Palembang yang selalu ditutup pada Jumat dan Sabtu malam. Berbagai atraksi dan kuliner hadir untuk menghibur tak kurang dari 10.000 orang yang memadatinya setiap akhir pekan.

Sementara Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi SMB II Palembang Bambang Beny Setiajimengatakan asap yang menyelimuti Kota Palembang kemungkinan besar masih berasal dari sumber kebakaran hutan dan lahan di wilayah sebelah timur-selatan Palembang dengan tingkat kepercayaan di atas 80 persen. "Wilayah yang berkontribusi mengirim asap, yakni SP Padang, Banyu Asin I, Pampangan, Pedamaran, Tulung Selapan, Cengal, Pematang Panggang, dan Mesuji," ujar Beny.

Intensitas asap, kata dia, umumnya akan meningkat menjelang pagi hari (01.00-07.00 WIB) dan pada sore hari (17.00-19.00 WIB) disebabkan labilitas udara yang stabil.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA