Friday, 21 Rajab 1442 / 05 March 2021

Friday, 21 Rajab 1442 / 05 March 2021

Seratusan Pekerja Pabrik di Sukabumi Alami Keracunan Makanan

Selasa 10 Sep 2019 21:10 WIB

Rep: Riga Nuurl Iman/ Red: Andi Nur Aminah

Korban keracunan keong sawah dirawat di Puskesmas Bogor Utara. Hingga Ahad (27/5) pagi jumlah korban mencapai 89 orang.

Korban keracunan keong sawah dirawat di Puskesmas Bogor Utara. Hingga Ahad (27/5) pagi jumlah korban mencapai 89 orang.

Foto: Zahrotul Octaviani
Diduga keracunan disebabkan pekerja mengonsumsi nasi dengan lauk gudeg.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Keracunan makanan menimpa seratusan buruh pabrik PT Royal Puspita di Kampung Sundawenang RT 42 RW 18, Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi Selasa (10/9). Diduga seratusan karyawan pabrik boneka ini keracunan akibat mengonsumsi makanan dari warung di dekat lokasi mereka bekerja.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, kejadian tersebut terjadi pada waktu jam istirahat sekitar pukul 12.00 WIB. Pada saat itu para karyawan membeli makan siang di warung makan di sekitar pabrik.

"Saya dan pekerja yang lainnya makan nasi dengan lauk pauk gudeg," ujar salah seorang karyawan pabrik, Maya Rusmayanti (28 tahun). Bahan makanan dari nangka tersebut diduga menjadi penyebab keracunan.

Baca Juga

Sebabnya kata Maya, setelah beberapa saat makan para buruh mengalami gejala keracunan.  Di antaranya merasa pusing, mual-mual, muntah dan diare.

Para korban keracunan sebagian dibawa ke Rumah Sakit Alta Medika Kecamatan Parungkuda sebanyak 41 orang. Sementara itu yang dibawa ke Puskesmas Parungkuda sebanyak 71 orang.

Menurut Maya, para korban keracunan ada yang sudah berangsur pulih dan pulang ke rumahnya masing-masing. Di sisi lain petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi telah mengamankan sampel makanan yang diduga menjadi penyebab terjadinya keracunan.

Kapolsek Parungkuda Kompol Maryono mengatakan, seratusan karyawan yang mengalami gejala keracunan sudah ditangani di sejumlah sarana kesehatan baik puskesmas dan rumah sakit. "Penanganan pada korban menjadi skala prioritas," ujar dia kepada wartawan.

Data yang dihimpun korban keracunan mencapai sekitar 111 orang. Hingga kini petugas masih melakukan penyelidikan bersama petugas dinkes terkait penyebab dari keracunan makanan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA