Saturday, 15 Rajab 1442 / 27 February 2021

Saturday, 15 Rajab 1442 / 27 February 2021

Antusiasme Publik Nonton Timnas Indonesia Bertanding Turun

Selasa 10 Sep 2019 17:10 WIB

Red: Bayu Hermawan

Pemain Timnas Indonesia Irfan Bachdim (kanan), Rizky Pellu (tengah) dan Alberto Goncalves (kiri) mengikuti sesi latihan resmi di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin (9/9/2019).

Pemain Timnas Indonesia Irfan Bachdim (kanan), Rizky Pellu (tengah) dan Alberto Goncalves (kiri) mengikuti sesi latihan resmi di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin (9/9/2019).

Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Antusiasme masyarakat menyaksikan timnas Indonesia melawan Thailand menurun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mengakui antusiasme masyarakat untuk menyaksikan tim nasional bertanding secara langsung di stadion menurun. Malam ini, timnas Indonesia akan menjalani laga kedua Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia, melawan Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).

"Alasannya, kan, jelas. Hasil laga sebelumnya lawan Malaysia tidak bagus. Lalu ada dampak dari keributan di laga itu yang membuat penonton reguler jadi takut untuk datang ke stadion," ujar Deputi Sekjen PSSI Marshal Masita di Jakarta, Selasa (10/9).

Marshal melanjutkan, hal itu terlihat dari lesunya pembelian tiket laga lanjutan Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia kontra Thailand yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Selasa, mulai pukul 19.30 WIB. Dari 60 ribu lebih tiket yang dilepas ke publik, hanya sekitar 12 ribu yang terjual.

Ini jauh berbeda saat menghadapi Malaysia di pertandingan pertama timnas Indonesia di Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia, Kamis (5/9), di mana jumlah penonton lebih dari 50.000 orang. Akan tetapi, ketika itu terjadi kericuhan suporter setelah pendukung timnas Malaysia mendapatkan intimidasi dari kelompok suporter Indonesia.

Tindakan itu yang membuat pertandingan sempat dihentikan selama 10 menit di babak kedua. Keributan lagi-lagi terjadi setelah laga tuntas. Bahkan oknum suporter Indonesia terlibat bentrok dengan personel kepolisian di area SUGBK.

Atas insiden tersebut, pemerintah Indonesia melalui Menpora Imam Nahrawi telah meminta maaf langsung kepada pemerintah Malaysia yang diwakili Menpora Syed Saddiq. Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) juga sudah resmi mengadukan kejadian di SUGBK kepada FIFA dan AFC.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA