Sunday, 4 Syawwal 1442 / 16 May 2021

Sunday, 4 Syawwal 1442 / 16 May 2021

Vs Irlandia Utara, Jerman Tetap Andalkan Skuat Muda

Senin 09 Sep 2019 02:02 WIB

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Endro Yuwanto

Joachim Loew

Joachim Loew

Foto: AP Photo/Peter Dejong
Jerman masih di atas angin jika melihat rekor pertemuan dengan Irlandia Utara.

REPUBLIKA.CO.ID, BELFAST -- Setelah kalah 2-4 dari rivalnya, Belanda di Hamburg, tim nasional sepak bola Jerman harus bertandang ke markas Irlandia Utara dalam lanjutan Grup C Kualifikasi Piala Eropa 2020, di Windsor Park, Belfast, Selasa (10/9). The Panzer perlu bangkit jika tak ingin kembali terjungkal.

Performa Irlandia Utara sedikit lebih baik dibandingkan Jerman. Dari empat laga yang dijalani, Irlandia Utara menyapu bersih kemenangan yaitu melawan Estonia dan Belarusia baik di kandang maupun tandang. Irlandia kini memimpin klasemen dengan 12 poin.

Sementara Jerman mengalami tiga kemenangan dan satu kali kalah. Jerman saat ini berada pada posisi kedua dengan sembilan poin. Namun, posisinya bisa terancam oleh Belanda yang hanya silisih tiga poin dari Jerman. Apalagi, Belanda masih punya tabungan satu kali pertandingan.

Pelatih Jerman, Joachim Loew menuntut pemainnya melupakan kekalahan atas Belanda dan segera menatap pertandingan melawan Irlandia Utara. Kemenangan di Belfast sangat penting agar perjalanan di kualifikasi Piala Eropa berjalan mulus.

"Kami perlu menang, kami harus mendekati permainan sedemikian rupa sehingga kami meninggalkan lapangan sebagai pemenang," kata Loew dilansir dari AFP, Ahad (8/9).

Loew akan memanfaatkan pemain muda guna pulang dengan tiga poin dari kandang Irlandia Utara. Ia berharap para pemain itu menjawab kepercayaannya. Loew sejauh ini masih meyakini bahwa pemain mudanya mampu memberikan reaksi positif usai kekalahan dari Belanda.

Jerman memang melakukan perombakan pasca-gagal total di Piala Dunia 2018, di Rusia. Loew lebih memilih sebagian besar pemain berusia muda. Ia melihat masa depan timnas Jerman di masa akan datang ada pada skuat muda.

Melawan Irlandia Utara, Loew mengatakan akan melakukan perubahan taktik. Itu menyusul banyak kritikan tentang taktiknya ketika melawan Belanda. Kendati demikian, ia mengakui taktik baru nanti tak menjamin kemenangan atas Irlandia Utara.

"Irlandia Utara luar biasa kuat, mereka memainkan banyak bola panjang. Mereka akan duduk lebih dalam dan kami tidak akan memiliki banyak ruang, jadi kami perlu memikirkan sesuatu secara taktik," ujar Loew menjelaskan.

Jerman masih di atas angin jika melihat rekor pertemuan dengan Irlandia Utara. Dari 17 kali pertemuan, Irlandia Utara hanya menang dua kali sementara Jerman 11 kali, sisanya berakhir imbang. Irlandia Utara memasukkan 14 gol ke gawang Jerman dan Jerman melesakkan 38 gol.

Ini menjadi kesempatan Toni Kross dan kawan-kawan membawa pulang tiga poin dengan memanfaatkan rekor pertemuan tersebut. Terakhir kali Green & White Army, julukan Irlandia Utara menang atas Jerman yaitu pada tahun pada November 1983 dengan skor 1-0.

Dalam 10 laga terakhir melawan Irlandia Utara di semua kompetisi, Jerman tak pernah mengalamai kekalahan. Jerman pun selalu menang dari tujuh laga terakhir di semua kompetisi melawan calon lawannya. Di Belfast, Jerman juga selalu mencetak minimal 3 gol dalam empat laga terakhirnya.


BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA