Monday, 4 Zulqaidah 1442 / 14 June 2021

Monday, 4 Zulqaidah 1442 / 14 June 2021

BNPB: Asap Karhutla Tidak Sampai ke Singapura

Ahad 08 Sep 2019 18:56 WIB

Red: Nora Azizah

Sejumlah pengendara kendaraan bermotor melintas di atas jembatan Siak IV yang diselimuti kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan, di Pekanbaru, Riau, Selasa (6/8/2019). Kota Pekanbaru sudah sepekan diselimuti kabut asap dampak Karhutla, kondisi ini membuat Pemerintah Kota Pekanbaru menetapkan siaga darurat.

Sejumlah pengendara kendaraan bermotor melintas di atas jembatan Siak IV yang diselimuti kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan, di Pekanbaru, Riau, Selasa (6/8/2019). Kota Pekanbaru sudah sepekan diselimuti kabut asap dampak Karhutla, kondisi ini membuat Pemerintah Kota Pekanbaru menetapkan siaga darurat.

Foto: ANTARA FOTO/Rony Muharrman
BNP juga menyebut asap karhutla tidak sampai ke Kuala Lumpur.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut tidak terdeteksi asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melintas batas (transboundary haze) ke Singapura dan Kuala Lumpur dari Sumatera. Plt Kapusdatinmas BNPB Agus Wibowo dalam keterangan tertulis diterima di Jakarta, Ahad (8/9), mengatakan BMKG mendeteksi asap karhutla melintas batas pada pukul 10.00 WIB, namun tidak lagi terlihat antara pukul 11.00 WIB sampai dengan pukul 14.00 WIB.

Terlihat bahwa banyak titik panas atau hotspots karhutla di wilayah perbatasan Kalimantan Barat maupun di wilayah Serawak, Malaysia. Asap lintas batas tersebut kemungkinan besar merupakan gabungan dari asap karhutla di kedua wilayah tersebut.

Baca Juga

Sementara di wilayah Singapura dan Semenanjung Malaysia atau Kuala Lumpur, menurut dia tidak terdeteksi asap lintas batas dari Sumatera. Pantauan titik panas kategori sedang dan tinggi pada 7 September 2019, pukul 07.00 WIB, di enam provinsi prioritas diketahui terdeteksi 201 di Riau, 84 di Jambi, 126 di Sumatera Selatan, 660 di Kalimantan Barat, 482 di Kalimantan Tengah dan 46 Kalimantan Selatan.

Pantauan hotspot oleh LAPAN pada 8 September 2019, pukul 07.00 WIB, terdeteksi 85 di Riau, 127 di Jambi, 52 di Sumatera Selatan, 782 di Kalimantan Barat, 544 di Kalimantan Tengah dan 66 di Kalimantan Selatan. BNPB dan Pemerintah Daerah masih bekerja keras untuk memadamkan karhutla yang masih terjadi di beberapa tempat di Indonesia. Untuk enam provinsi prioritas ia mengatakan BNPB menerjunkan 9.072 personil untuk patroli, sosialisasi, dan pemadaman darat.

Selain itu, ia mengemukakan juga dikerahkan 37 pesawat untuk water bombing dan patroli. Sementara itu di Provinsi Riau dikerahkan juga pesawat untuk operasi teknologi modifikasi cuaca atau hujan buatan.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA