Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Javi Gracia, Korban Pertama Keganasan Liga Primer Musim Ini

Ahad 08 Sep 2019 16:00 WIB

Rep: Reja Irfa Widodo/ Red: Endro Yuwanto

Javier Gracia

Javier Gracia

Foto: EPA/DANIEL PEREZ
Watford tidak pernah menang dalam empat laga awal Liga Primer musim ini.

REPUBLIKA.CO.ID, WATFORD -- Pelatih asal Spanyol, Javier Gracia, menorehkan sejarah di pentas Liga Primer Inggris musim ini. Namun, catatan itu bukanlah catatan yang ingin diingat oleh pelatih berusia 49 tahun tersebut.

Garcia menjadi pelatih pertama yang dipecat di gelaran Liga Primer Inggris musim ini, alias menjadi korban pertama dari ganasnya kompetisi Liga Primer musim ini. Ia mesti meninggalkan kursi pelatih tim utama Watford, jabatan yang telah diembannya dalam 20 bulan terakhir.

Pemecatan Gracia ini buntut dari performa buruk the Hornets dalam empat laga pembuka Liga Primer musim ini. Watford tidak pernah menang dalam empat laga tersebut, dengan catatan tiga kekalahan dan satu hasil imbang.

Setelah dibekap Brighton and Hove Albion, 0-3, Watford dibungkam Everton dan West Ham United. Hasil imbang, 1-1, kala melakoni laga tandang ke markas Newcastle United, akhir pekan lalu, menjadi satu-satunya raihan poin Watford di empat laga awal Liga Primer  musim ini. Imbasnya, Watford terpuruk di dasar klasemen sementara Liga Primer musim ini.

Secara keseluruhan, Watford tidak pernah menang dalam delapan laga terakhir Liga Primer. Catatan buruk ini terentang sejak April lalu.

Pada musim ini, catatan minor itu rasanya kian mengecewakan. Pasalnya, Gracia dinilai telah mendapatkan dukungan dari manajemen Watford, terutama dalam hal mendatangkan pemain anyar di bursa transfer pemain.

Salah satunya dengan mendatangkan winger Ismailli Sarr dari Rennes dengan nilai transfer mencapai 27 juta poundsterling, yang sekaligus menjadi rekor pembelian termahal Watford. Kendati Gracia masih mengantongi durasi kontrak hingga tiga setengah tahun lagi, tapi manajemen klub akhirnya memutuskan untuk menyudahi kerja sama dengan Gracia.

''Javi telah membantu dan merepresentasikan Watford dengan harga diri tinggi dan akan selalu mendapatkan rasa hormat terkait pencapaiannya di Watford selama ini,'' kata Direktur Eksekutif Watford, Scott Duxbury, seperti dikutip The Guardian, Ahad (8/9) WIB.

Sebenarnya, apabila menilik rekam jejak Gracia sebagai pelatih Watford, kiprah mantan pelatih Osasuna itu tidak terlalu buruk. Menggantikan Marco Silva pada Januari 2018 silam, Gracia bisa membawa Watford tampil kompetitif pada sepanjang musim lalu. The Hornets finis di peringkat ke-11 Liga Primer musim lalu. Ini menjadi posisi finis tertinggi yang pernah ditorehkan Watford di sepanjang sejarah keikutsertaan di pentas Liga Primer.

Namun, pencapaian paling mentereng yang ditorehkan Gracia di Watford adalah membawa the Hornets tampil di partai puncak Piala FA musim lalu. Ini menjadi partai final Piala FA pertama Watford dalam 35 tahun terakhir, sekaligus menjadi yang kedua di sepanjang sejarah klub yang berdiri sejak 1818 tersebut.

Manajemen klub tetap memutuskan memecat Gracia, begitu pula dengan seluruh staf pelatih. Gracia pun menjadi pelatih ke-11 yang dipecat Watford dalam delapan tahun terakhir. Sebelumnya, sejumlah pelatih, seperti Gianfranco Zola, Walter Mazzari, Slavisa Jokanovic, dan Giuseppe Sanino sempat merasakan panasnya kursi pelatih Watford.


BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA