Saturday, 5 Ramadhan 1442 / 17 April 2021

Saturday, 5 Ramadhan 1442 / 17 April 2021

Media Asing Soroti Laga Timnas Indonesia Vs Malaysia

Kamis 05 Sep 2019 12:33 WIB

Rep: Muhammad Ikhwanuddin/ Red: Endro Yuwanto

Sejumlah pemain timnas Indonesia mengikuti sesi latihan resmi di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu (4/9/2019).

Sejumlah pemain timnas Indonesia mengikuti sesi latihan resmi di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu (4/9/2019).

Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Sekecil apapun peluang kedua negara lolos ke Piala Dunia, laga nanti tetap sengit.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Media berbasis di Inggris, The Guardian, menyebut duel antara Indonesia dan Malaysia sebagai laga yang paling 'berisik' pekan ini. Sebab, terdapat kurang lebih 80 ribu penonton akan memadati Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan, Jakarta, Kamis (5/9) pukul 19.30 WIB.

Laga perdana kualifikasi Piala Dunia 2022 Grup G itu, diprediksi akan berlangsung sengit karena cerita hubungan kedua negara yang panjang dari berbagai aspek. The Guardian menyebut, Indonesia dan Malaysia memiliki hubungan yang erat karena berasal dari rumpun yang serupa. Namun kerap bersinggungan dalam urusan budaya, mulai dari batik, wayang kulit, bahkan soal makanan seperti rendang.

Dengan total penduduk Asia Tenggara yang berjumlah 600 juta jiwa, laga Indonesia kontra Malaysia akan menjadi pertandingan dengan penonton terbanyak se-Asia Tenggara. Dalam urusan sejarah, The Guardian menyatakan, Indonesia memiliki sejarah panjang karena menjadi negara Asia pertama--dengan nama Hindia Belanda--yang ikut serta dalam Piala Dunia 1938. Namun sangat disayangkan, Indonesia belum mampu mengulang prestasinya.

The Guardian menyatakan, Thailand dan Vietnam sebagai tim Asia Tenggara terbaik saat ini. Namun, disebutkan bahwa kedua negara itu memiliki kans yang kecil untuk lolos ke putaran final Piala Dunia 2022.

Dengan Uni Emirat Arab yang masuk ke dalam grup G, otomatis perjuangan skuat Merah Putih akan semakin berat untuk dapat lolos. Pasalnya, The Guardian menyoroti kasus yang menimpa kubu PSSI terkait pengaturan pertandingan.

Media asal Inggris itu juga menuliskan, Indonesia merupakan negara yang buruk untuk menonton pertandingan sepak bola. Tercatat, sebanyak 70 orang meninggal karena pertandingan sejak 1990-an. Begitu pula dengan persaingan dua suporter klub raksasa, Persija Jakarta dan Persib Bandung, yang sempat menewaskan beberapa orang.

Di sisi lain, Pemerintah Indonesia memastikan keamanan bagi 3.000 fan Malaysia yang hadir ke SUGBK. Presiden Asosiasi Sepak Bola Malaysia, Mohd Amin menyatakan, tak akan gentar terhadap ancaman dari pihak luar. "Kami tidak khawatir dengan situasi stadion. Karena akan banyak pengamanan untuk pemain dan penonton dari Malaysia, meski ada kemungkinan provokasi," jelasnya.

Pelatih Malaysia, Tan Cheng Hoe bahkan sudah meminta pihak berwenang untuk memantau akun media sosial yang melakukan provokasi. Meski begitu, ia merasa tertantang sebagai seorang pelatih karena tampil di tengah-tengah penuhnya stadion. "Saya jadi punya pengalaman berada di stadion yang penuh. Ini menjadi pembelajaran untuk menghadapi situasi yang sulit," ujar dia.

Sementara itu, pelatih Indonesia Simon McMenemy memiliki fokus yang berbeda. Ia menekankan aspek kedisiplinan para pemain untuk tampil maksimal.

The Guardian menyimpulkan, sekecil apapun kesempatan kedua negara lolos ke Piala Dunia 2022, laga nanti malam diibaratkan 'Raksasa yang Tertidur' karena ramainya penonton dan panasnya atmosfer pertandingan.

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Sudah siap mendukung Timnas Indonesia hari ini? _______ Are you guys ready to support Garuda today? #PSSINow #KitaGaruda

A post shared by PSSI (@officialpssi) on

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA