Friday, 11 Ramadhan 1442 / 23 April 2021

Friday, 11 Ramadhan 1442 / 23 April 2021

9 Dari 10 Anak Usia Dini Kekurangan Serat

Kamis 05 Sep 2019 05:06 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadhani/ Red: Indira Rezkisari

Anak makan buah

Anak makan buah

Foto: AP
Kekurangan serat dapat memicu penyakit yang lebih serius seperti jantung.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Serat merupakan salah satu komponen penting yang dibutuhkan untuk menunjang kesehatan saluran pencernaan anak. Sebagai 'otak kedua', kesehatan saluran pencernaan perlu dijaga karena tak hanya berkaitan dengan proses pencernaan tetapi juga metabolisme tubuh dan suasana hati atau emosi.

"Bisa ada 100 juta sel saraf di usus kita, dia juga bisa mengirimkan sinyal ke otak," terang Konsultan Gastrohepatologi Anak dr Frieda Handayani SpA(K) dalam temu media bersama Bebelac Gold, di Jakarta.

Sayangnya, masih banyak penduduk di Indonesia yang kekurangan serat, termasuk anak-anak. Hal ini dapat terlihat dari hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 yang menunjukkan bahwa sekitar 95,5 persen penduduk berusia lima tahun ke bawah kurang mengonsumsi buah dan sayur. Seperti diketahui, buah dan sayur merupakan makanan yang menjadi sumber serat.

Penelitian terbaru yang dilakukan di Jakarta terhadap 103 anak berusia 2-3 tahun juga menunjukkan hal senada. Penelitian ini menemukan bahwa sembilan dari 10 anak usia dini mengalami kekuarangan serat.

Rata-rata anak usia dini ini hanya mengonsumsi sekitar 4,7 gram serat pangan per hari. Angka ini masih jauh dari angka kecukupan serat yang direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan untuk anak berusia 1-3 tahun. Rekomendasi ini menyarankan agar anak berusia 1-3 tahun mendapatkan 16 gram serat per hari.

Kekurangan serat dapat memicu terjadinya beragam masalah kesehatan. Salah satu masalah yang paling sering terlihat adalah konstipasi atau sembelit.

Dalam jangka panjang, kekurangan serat juga dapat memicu timbulnya penyakit yang lebih serius. Beberapa di antaranya adalah kanker usus besar, penyakit jantung koroner, diabetes mellitus tipe 2, dan obesitas.

"Kanker itu bisa terjadi kalau sel mengalami peradangan terus-menerus, sedangkan serat memiliki sifat anti peradangan sel," ujar Frieda.

Dalam bentuk makanan, 16 gram serat setara dengan 2 kilogram wortel rebus atau 1 kilogram pepaya. Jumlah ini mungkin tampak cukup sulit untuk terpenuhi.

Akan tetapi, pengaturan pola makan yang baik dan terencana bisa membantu orang tua untuk memenuhi kebutuhan serat pangan anak di usia dini.

Berikut rincian menu makanan untuk anak usia dini yang mengandung sekitar 16 gram serat untuk satu hari.

1 mangkuk oat (4 gram serat)
1 buah dengan kulit, contohnya buah apel (2,8-3,6 serat)
1 lembar roti gandum (2 gram serat)
125 gram sop wortel (1 gram serat)
1 buah dengan kulit, contohnya buah pir (3,5 gram)
125 gram spaghetti gandum (3 gram serat)

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA