Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Ikadi Beri Dua Catatan Sikapi Meningkatnya Semangat Beragama

Rabu 04 Sep 2019 19:13 WIB

Rep: Fuji E Permana/ Red: Nashih Nashrullah

Shalat Tahajud Berjamaah (ilustrasi)

Shalat Tahajud Berjamaah (ilustrasi)

Foto: Antara
Meningkatnya semangat beragama harus disertai kualitas beragama.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) memberi catatan terkait fenomena meningkatnya semangat beragama umat Islam di Indonesia. Dalam catatan Ikadi, peningkatan tersebut positif namun sebaiknya diiringi kualitas beragama.

Ketua Umum Ikadi, KH Ahmad Satori Ismail, mengatakan jika masjid-masjid dan mushala di tempat umum, pusat perbelanjaan dan perkantoran penuh oleh jamaah, itu tanda-tanda meningkatnya semangat beragama. Memang sudah seharusnya tempat ibadah dipenuhi jamaah karena mayoritas masyarakat Indonesia adalah Muslim.  

Baca Juga

Ikadi melihat perlu ada dorongan agar kualitas beragama umat meningkat seiring meningkatnya semangat beragama. "Maka shalatnya harus tambah khusus. Kepedulian kepada dhuafa, yatim, dan orang yang teraniaya juga harus meningkat," kata Kiai Satori kepada Republika.co.id, Rabu (4/9).

Menurutnya, kemajuan beragama umat Islam secara sederhana bisa dilihat dari dua hal. Pertama, membaiknya hubungan umat dengan Allah. Hal ini tampak dari bertambah banyaknya umat yang semangat melaksanakan shalat berjamaah dan melakukan ibadah mahdhah lainnya. 

Kedua, kepedulian umat terhadap orang-orang dhuafa, yatim dan tertindas meningkat. Sehingga membantu mengurangi ketimpangan antara orang kaya dan orang miskin. Dampaknya akan membuat kehidupan masyarakat di negeri ini tambah harmonis.

"Artinya ibadah mahdhah seperti shalat, puasa, haji harus punya dampak positif terhadap kehidupan sosial, saat kepedulian terhadap sesama semakin meningkat itu baru dikatakan meningkat kesadaran beragama dan kualitas beragamanya," ujarnya.  

Kiai Satori juga mengaku prihatin dengan masih banyaknya fasilitas ibadah di pusat perbelanjaan yang belum memadai. Dia mencontohkan, di pusat perbelanjaan masih ada mushala yang ditempatkan di basement dan parkiran sehingga kondisinya kurang nyaman.

Dia mengingatkan, para pengusaha pemilik pusat perbelanjaan dan perkantoran harus memperhatikan semangat beragama umat Islam yang sedang meningkat. "Kalau umat yang semangat beragamanya tinggi mendapat perhatian, Insya Allah bangsa dan negeri ini akan mendapatkan keberkahan dari Allah," ujarnya.

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA