Thursday, 24 Ramadhan 1442 / 06 May 2021

Thursday, 24 Ramadhan 1442 / 06 May 2021

Haedar Harap Masyarakat Berhenti Berpolemik Masalah KPK

Senin 02 Sep 2019 21:11 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Andi Nur Aminah

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nasir memberikan kuliah umum kepada  ribuan mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di Hall Dome  UMM, Senin (2/9).

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nasir memberikan kuliah umum kepada ribuan mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di Hall Dome UMM, Senin (2/9).

Foto: Republika/Wilda Fizriyani
Haedar mendorong, masyarakat agar tetap berharap kinerja KPK lebih baik.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Ketua Umum (Ketum) PP Muhammadiyah, Haedar Nashir berharap, masyarakat berhenti berpolemik pada masalah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal ini terutama perihal hasil seleksi 10 calon pimpinan KPK yang kini telah diserahkan ke Presiden Joko Widodo (Jokowi), Senin (2/9).

"Jangan terus-terusan berpolemik karena itu kita berharap presiden DPR betul-betul memilih calon-calon pimpinan KPK terbersih dari yang ada," kata Haedar saat ditemui wartawan di Hall Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Senin (2/9).

Haedar mendorong, masyarakat agar tetap berharap kinerja KPK lebih baik. Tidak ada lagi upaya pelemahan KPK dalam memberantas korupsi. Hal ini terutama terhadap upaya yang dilakukan oknum yang tidak berkomitmen tinggi.

Baca Juga

Ia yakin masih banyak elit dan calon-calon pimpinan KPK yang berintegritas. Ia berharap, pimpinan terpilih nanti bisa bertanggungjawab dalam memberantas korupsi. Sebab, tugas ini bagaimana pun juga sebuah pertaruhan bangsa.

Hal yang pasti, Haedar meminta, para calon pimpinan KPK dapat terlepas dari kepentingan-kepentingan tertentu. KPK tidak boleh menjadi tempat perebutan kepentingan oknum-oknum naif dan sempit. Pasalnya, situasi demikian nantinya berpotensi dapat mengeliminasi kepentingan bangsa yang besar.

Terkait kritikan banyak pihak, Haedar sendiri tidak terlalu mempermasalahkannya. Segala aspirasi terkait mekanisme penjaringan calon pimpinan itu wajar. "Presiden saya pikir juga bakal arif memahami aspirasi itu, nanti juga di DPR," tambah dia.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA