Saturday, 14 Zulhijjah 1442 / 24 July 2021

Saturday, 14 Zulhijjah 1442 / 24 July 2021

Presiden Jerman Sebut Perang Dunia II Kejahatan Jerman

Ahad 01 Sep 2019 20:03 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Indira Rezkisari

Bendera Jerman dan Polandia dibawa ke sisa stasiun Anhalter di Berlin, Jerman, dalam rangka peringatan 80 tahun mulainya perang dunia II, Ahad (1/9).

Bendera Jerman dan Polandia dibawa ke sisa stasiun Anhalter di Berlin, Jerman, dalam rangka peringatan 80 tahun mulainya perang dunia II, Ahad (1/9).

Foto: Antara
Perang Dunia II telah membunuh lebih dari 70 juta orang.

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier sebut Perang Dunia II sebagai 'kejahatan Jerman'. Dalam upacara peringatan 80 tahun dimulainya Perang Dunia II di Warsawa, Polandia ia meminta rakyat Jerman untuk tidak melupakan hal itu.

Peringatan Ahad (1/9) ini dipimpin Presiden Polandia Andrzej Duda dan dihadiri Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Mike Pence dan Kanselir Jerman Angela Merkel. Presiden AS Donald Trump awalnya dijadwalkan hadir tetapi dibatalkan, alasannya ia harus pulang karena badai kian mendekat.

Nazi Jerman menyerang Polandia pada 1 September 1939. Serangan itu memicu perang dunia selama enam tahun yang membunuh lebih dari 70 juta orang.

Steinmeier menyebut serangan Jerman kepada Warsawa dan Polandia sebagai 'warisan yang menyakitkan'. Ia mengatakan rencana Nazi untuk Polandia adalah 'menghancurkan budayanya, kota-kotanya, orang-orangnya dan segala sesuatu yang hidup'.

Dalam acara peringatan yang diadakan di Alun-alun Pilsudki itu para tentara Polandia menyanyikan lagu nasional mereka. Upacara ini dibuka oleh Andrej Duda. Selama Perang Dunia II alun-alun Pilsudki hancur oleh serangan Jerman.

Upacara peringatan ini dilakukan tepat ketika Jerman menyerang Polandia. Di mana pasukan Nazi memulai serangannya di Wielun dan Semenanjung Westerplatte di Gdansk, dilansir dari AP.


BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA