Wednesday, 6 Jumadil Awwal 1444 / 30 November 2022

Harta 50 Taipan Singapura Melonjak Rp1.846 Triliun

Sabtu 31 Aug 2019 13:38 WIB

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id

Harta 50 Taipan Singapura Melonjak Rp1.846 Triliun. (FOTO: CNBC.com)

Harta 50 Taipan Singapura Melonjak Rp1.846 Triliun. (FOTO: CNBC.com)

Melonjaknya kekayaan itu ditopang kehadiran miliarder naturalisasi, pendiri Haidilao

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -- Perekonomian Singapura tengah goyah akibat perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China yang terus memanjang. Akibatnya, pemerintah setempat memperkirakan tidak ada pertumbuhan yang berarti di tengah perlambatan ekonomi global.

Namun, ternyata total kekayaan 50 orang terkaya di Singapura justru naik lebih dari 12% menjadi US$130 miliar.

Melansir dari Forbes (30/8/2019), melonjaknya kekayaan itu ditopang oleh kehadiran miliarder naturalisasi, yakni pendiri Haidilao Zhang Yong. Pria yang sebelumnya berkewarganegaraan China kini menjadi orang terkaya pertama di Singapura dengan kekayaan mencapai US$13,8 miliar.

Baca Juga: Baru! Zhang Yong Jadi Orang Terkaya Baru di Singapura

Hartanya menggeser Robert dan Philip Ng sebagai orang terkaya Singapura yang memiliki kekayaan US$12,1 miliar. Miliarder Kwek Leng Beng usai ekspansi ke luar negeri dan mengakuisisi dua properti kantr London, kekayaannya melonjak signifikan dan kini mencapai US$8,8 miliar.

Sementara itu, kekayaan taipan cat Goh Cheng Liang juga bertambah sebagian berkat informasi baru tentang kepemilikannya. Kekayaannya kini mencapai US$9,5 miliar.

Baca Juga: Perang Dagang? Harta Miliarder Singapura Enggak Goyang!

Namun, tak semua miliarder di sana mengalami pertumbuhan harta kekayaan. Harta salah satu pendiri Facebook Eduardo Saverin justru turun US$1,2 miliar. Namun, dirinya masih menempati orang terkaya ketiga Singapura dengan harta US$10,6 miliar.

Sedangkan, taipan pelayaran Chang Yun Chung, miliarder tertua di dunia itu juga mengalami penurunan kekayaan mencapai 27% di tengah lesunya sektor pelayaran di negara yang bergantung pada perdagangan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA