Sunday, 1 Jumadil Awwal 1443 / 05 December 2021

Sunday, 1 Jumadil Awwal 1443 / 05 December 2021

Tangani Papua, MUI Minta Jokowi Segera Berkantor di Jayapura

Jumat 30 Aug 2019 21:33 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Nashih Nashrullah

Asap membubung ke langit dari sejumlah bangunan yang terbakar saat berlangsungnya aksi unjuk rasa di Jayapura, Papua, Kamis (29/8/2019).

Asap membubung ke langit dari sejumlah bangunan yang terbakar saat berlangsungnya aksi unjuk rasa di Jayapura, Papua, Kamis (29/8/2019).

Foto: Antara/Indrayadi TH
Kehadiran Jokowi berkantor di Papua dinilai mendesak dan penting.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Papua, KH Saiful Islam Al-Payage, meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera datang ke Papua untuk menyelesaikan persoalan yang tengah memanas di Papua. Bahkan, dia meminta Jokowi untuk sementara waktu berkantor di Jayapura.

“MUI Provinsi Papua meminta segera Presiden Joko widodo untuk turun ke Papua, kalau bisa berkantor di Jayapura. Karena persoalan ini bukan sepele, tapi ini persolaan yang sangat besar,” ujar Saiful Islam kepada Republika.co.id, Jumat (30/8). 

Baca Juga

Dia mengatakan, massa aksi demontrasi yang ada di Jayapura sementara ini baru membakar gedung-gedung, membakar toko dan fasilitas umum lainnya. Namun, menurut dia, jika hal ini terus dibiarkan bisa terjadi konflik horizontal di tengah masyarakat.

“Ini baru aja bakar-bakar gedung, bakar toko, bank, saya tidak tahu besok ini mereka bisa saling bunuh antarorang. Jadi saya harap kalau bisa besok presiden sudah di Papua untuk menyelesaikan persoalan ini,” ucapnya.

Selain itu, Saiful Islam juga berharap kepada Polri dan TNI yang ada di Provinsi Papua dan Papua Barat untuk selalu bertindak sesuai standar operasional prosedur (SOP). Karena, dia tidak ingin keberadaan TNI dan Polri di Papua justru menimbulkan persoalan baru dan membuat persoalan menjadi semakin rumit.“Jadi perlu ada proses-proses. Tetap penegakan hukum tapi harus melalui proses yang betul-betul diukur,” katanya. 

Seperti diketahui, penyerangan terhadap Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya yang diwarnai dengan rasisme memicu amarah ribuan masyarakat Papua. Mereka melakukan unjuk rasa sembari merusak gedung perkantoran di Manokwari, Papua Barat, Senin (19/8) lalu. Dalam aksi itu massa membakar gedung DPRD Papua Barat.

Amarah warga Papua terus berlanjut hingga Kamis (29/8) kemarin. Warga Papua yang tinggal di Jayapura juga melakukan demonstrasi sembari membakar sejumlah perkantoran, seperti kantor Majelis Rakyat Papua, kantor Telkom, kantor pos, dan sebuah SPBU. 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA