Saturday, 10 Rabiul Awwal 1443 / 16 October 2021

Saturday, 10 Rabiul Awwal 1443 / 16 October 2021

2.500 Perceraian di Karawang karena Perselingkuhan di Medsos

Jumat 30 Aug 2019 19:15 WIB

Rep: Ita Nina Winarsih / Red: Karta Raharja Ucu

Ilustrasi Sidang Perceraian

Ilustrasi Sidang Perceraian

Foto: Foto : MgRol112
Karawang berada di urutan keenam tingkat perceraian tertinggi di Jawa Barat

REPUBLIKA.CO.ID, KARAWANG -- Angka perceraian di Kabupaten Karawang, masih cukup tinggi. Berdasarkan, catatan Pengadilan Agama (PA) setempat, sejak Januari sampai Agustus ini, ada 2.500 kasus perceraian. Salah satu penyebab tingginya angka perceraian ini, akibat perselingkuhan di media sosial.

Ketua PA Kabupaten Karawang, Rosyid Yakub, mengatakan, dalam sebulan kasus perceraian ini lebih dari 250 perkara. Dengan begitu, kasus perceraian di wilayah ini terbilang cukup tinggi. Bahkan, Karawang ini masuk dalam posisi keenam dengan tingginya kasus perceraian di Jawa Barat.

"Penyebabnya banyak faktor. Salah satunya, perselingkuhan melalui media sosial dan ekonomi," ujar Rosyid, Jumat (23/8).

Meskipun kasus ini cukup tinggi, tetapi dibanding daerah lain Karawang masih lebih baik. Apalagi, jika dibandingkan dengan Kabupaten Indramayu, yang bertengger pada posisi pertama di Jawa Barat.

Adapun warga yang bercerai ini, mayoritas merupakan usia produktif. Yakni, di kisaran usia 30 sampai 40 tahun. Selain itu, dari ribuan perkara ini, kebanyakan yakni gugat cerai. Atau pihak perempuan yang menggugat pihak laki-laki.

Dengan kondisi ini, pihaknya berharap kedepan ada perubahan. Salah satunya, ada edukasi dari instansi terkait soal perceraian ini. Supaya, kasus ini bisa terminimalisasi.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA