Tuesday, 18 Rajab 1442 / 02 March 2021

Tuesday, 18 Rajab 1442 / 02 March 2021

Moratorium FK, UIN Suka Tetap Persiapkan Infrastruktur

Selasa 27 Aug 2019 18:15 WIB

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Yusuf Assidiq

Kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Foto: Yusuf Assidiq.
Kemenristekdikti tengah membahas rencana untuk moratorium pembukaan FK.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN Suka) Yogyakarta tengah mempersiapkan diri untuk mendirikan Fakultas Kedokteran (FK). Namun, pendirian FK tersebut harus menunggu hingga moratorium yang akan diberlakukan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

Rektor UIN Suka, Yudian Wahyudi tidak mempermasalahkan terkait moratorium yang akan diberlakukan tersebut. Namun, pihaknya tetap mempersiapkan infrastruktur untuk membangun FK.

Sehingga, saat moratorium dicabut pihaknya sudah siap dengan segala infrastruktur untuk mendirikan FK. Yudian sendiri memiliki target empat tahun untuk mempersiapkan segala infrastruktur tersebut.

"Hitungan normal saya dalam empat tahun ke depan. Jadi waktunya pas, sambil kita mempersiapkan. Dibuka pas kita sudah siap dengan proposal yang memenuhi syarat," kata Yudian.

Selain menyiapkan infrastruktur, pihaknya juga mempersiapkan untuk penambahan dosen kedokteran. Saat ini sudah ada tujuh dosen kedokteran yang didapat.

"Kita masih mengusulkan ke Jakarta untuk minta tambahan dosen, kita tidak tahu segera dikasih berapa sama pemerintah pusat," tambah dia.

Sebelumnya, Kemenristekdikti tengah membahas rencana untuk moratorium pembukaan FK. Hal ini disebabkan karena FK sudah banyak di Indonesia.

"FK saat ini sudah ada 90," kata Direktur Penjaminan Mutu Kemenristekdikti Aris Junaidi dalam Konferensi Nasional ke-2 Asosiasi Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (ARSPTN) di Royal Ambarrukmo Yogyakarta, Jumat (23/8) lalu.

Moratorium diberlakukan karena masih ada beberapa FK yang akreditasinya masih C. Bahkan, jumlahnya mencapai puluhan FK.

"Ada sekitar 20-an FK PTN (Perguruan Tinggi Negeri) dan PTS (Perguruan Tinggi Swasta). Lebih banyak PTS-nya," lanjutnya.

Untuk itu, FK yang akreditasinya masih rendah diharapkan meningkat. Setelah itu, pembukaan FK baru bisa dilakukan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA