Thursday, 14 Zulqaidah 1442 / 24 June 2021

Thursday, 14 Zulqaidah 1442 / 24 June 2021

Berbicara di Seoul, Megawati Optimistis 2 Korea Bisa Bersatu

Selasa 27 Aug 2019 02:52 WIB

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Nashih Nashrullah

Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri.

Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri.

Foto: Antara/Puspa Perwitasari
Megawati yakin dua korea bisa bersatu meski banyak orang menyangsikan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden RI Kelima Megawati Soekarnoputri menyatakan keyakinannya jika suatu saat akan terjadi reunifikasi Korea atau Korea bersatu. Apalagi pengalaman di Jerman sudah menunjukkan bahwa Jerman Barat dan Jerman Timur bisa bersatu walau dulu banyak yang melihatnya tak mungkin terjadi. 

Hal itu diungkap oleh Megawati saat tiba di Seoul, Korea Selatan pada Senin (26/8) malam waktu setempat. 

Baca Juga

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu diundang untuk menjadi salah satu pembicara utama pada DMZ International Forum on the Peace Economy.  

Mengawati mengaku kalau dirinya memang sudah 'langganan' bila ada pertemuan dan konferensi mengenai perdamaian di Korea. Sebab selain dikenal sebagai orang Indonesia, dirinya adalah putri Bung Karno yang berhubungan baik dengan pemimpin kedua Korea dari dahulu Kim Il Sung dan Kim Jong Il yang merupakan ayah dari Presiden Korea Utara saat ini Kim Jong Un. 

Dijelaskan Megawati, dirinya sudah berkali-kali bertemu dan berkomunikasi dengan pemimpin kedua Korea. Dan memang hal yang utama, ada keinginan dari kedua belah pihak untuk melakukan sebuah hubungan kembali setelah sebelumnya terpisah. Saat ini, keinginan kuat untuk menghubungkan kembali persaudaraan itu masih kuat. 

Megawati mengaku diminta kembali bisa membantu menyelesaikan permasalahan-permasalahan diantara kedua Korea. Dia mengatakan dan sudah meminta agar apapun kondisinya, tak ada yang menyerah untuk perjuangan ke arah perdamaian kedua negara.  

"Saya bilang jangan menyerah. Karena apapun tidak hanya persoalan politik saja. Tapi ini masalah kekeluargaan yang dipecah sedemikian rupa akibat politik. Sehingga tentunya, saya sangat yakin mereka akan menjadi satu negara kembali," kata Megawati dalam keterangan resmi.

DMZ International Forum on the Peace Economy, akan dihadiri oleh mantan Kanselir Jerman Gerhard Schroder, mantan PM Jepang Yukio Hatoyama, Presiden pertama Mongolia Punsalmaagiin Ochirbat, serta beberapa tokoh penting lainnya dari Rusia, AS, dan Norwegia. Megawati akan menjadi salah satu pembicara utama bersama tamu undangan tersebut.

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA