Monday, 5 Syawwal 1442 / 17 May 2021

Monday, 5 Syawwal 1442 / 17 May 2021

Mosaik Langka Jejak Dinasti Umayyah Terungkap di Yordania

Selasa 27 Aug 2019 01:19 WIB

Rep: Ratna Ajeng Tejomukti / Red: Nashih Nashrullah

Mosaik lantai dari Dinasti Umayyah yang ditemukan di Yordania

Mosaik lantai dari Dinasti Umayyah yang ditemukan di Yordania

Foto: albawaba
Mosaik langka tersebut bukti tingginya arsitektur Umayyah dan Abbasiyah.

REPUBLIKA.CO.ID, KARAK –  Mosaik yang rumit dan kota marmer langka digali di sebuah bangunan di Shuqayra al-Gharbiyya, dekat Karak, Yordania. 

Dilansir di albawaba, Senin (26/8) Menurut Profesor Younis Shdaifat sebuah tim dari Universitas Mutah menggali bangunan itu, yang dibangun selama periode Umayyah dan Abbasiyah. 

"Desain bangunan berbenteng, lantai mosaik yang terpelihara dengan baik, dan fitur arsitektur marmernya mengingatkan kembali atribut bergengsi dari arsitektur Islam awal (dibangun antara abad ke-7 dan ke-9 M) di tempat-tempat seperti Istana al-Kharaneh dan Khirbat al-Mafjar," kata Shdaifat.

Baca Juga

Terletak di posisi menghadap Wadi al-Hasa, sekitar 25 kilometer tenggara Karak modern, situs ini menarik penjelajah pada abad ke-19 dan ke-20, lanjut Shdaifat, menambahkan bahwa menurut tradisi lokal nama Shuqayra dalam bahasa Arab berarti gadis kecil berambut pirang, yang merupakan referensi ke tanah terra rossa merah dan kuning terdekat.

“Sembilan musim penggalian telah mengungkapkan bahwa bangunan besar itu dibangun dengan balok kapur ashlar,” kata profesor Universitas Mutah.

Namun, area situs menuju Wadi Al Hasa sangat menarik. Sebuah ruangan besar dengan lantai mosaik yang terpelihara sebagian digali di area C. Desain dan fiturnya menunjukkan bahwa ruangan ini difungsikan sebagai ruang resepsi. “Ruangan itu memiliki panjang 22 meter dan lebar 12 meter, dan dibagi memanjang menjadi tiga bagian dengan dua baris kolom,” kata dia. 

Lebih jauh, trotoar mosaik adalah tipikal dari tradisi kerajinan Islam awal, cendekiawan itu mengatakan bahwa hanya subyek bunga dan geometris yang digambarkan, tak ada motif hewan dan manusia. Medali tengah menghadap ke selatan dan dihiasi dengan vas berkaki dari dua cabang berdaun membentang. Di sekeliling vas ini terdapat berbagai buah-buahan seperti kurma, anggur dan pomelo. 

“Trotoar ini terpelihara dengan baik, dan karena ini adalah lantai mosaik pertama yang digali di Karak Plateau, konservasi dan perlindungannya yang cepat sangat penting,” kata dia. 

Air adalah masalah penting bagi penghuni bangunan dan bukti untuk sistem pengambilan dan penyimpanan air ditemukan di seluruh kompleks, kata Shdaifat, menambahkan bahwa saluran yang dibangun di trotoar batu membawa hujan yang mungkin saja menjadi sumur.

Penemuan koin Umayah serta ostraco ditulis dalam kaligrafi Kufi menunjukkan tanggal awal Islam. 

Shdaifat mengatakan keramik yang ada dibuat sekitar abad ke-8 Masehi. Keramik periode Umayyah yang ditemukan meliputi bentuk-bentuk rumah tangga seperti peralatan makan, panci masak, dan toples. Mangkuk-mangkuk perlengkapan tersebut sangat halus dengan garis-garis bergelombang geometris berwarna merah muda dan cat merah juga ditemukan.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA