Sunday, 4 Zulhijjah 1443 / 03 July 2022

Bang Yos Dukung Ibu Kota Pindah

Senin 26 Aug 2019 17:24 WIB

Rep: Amri Amrullah/ Red: Teguh Firmansyah

Sutiyoso

Sutiyoso

Foto: MGROL75
Sutiyoso menilai pindahnya ibu kota akan mengurangi beban Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan Gubernur DKI Jakarta 10 tahun (1997-2007) Sutiyoso yakin pemindahan ibukota dapat mengurangi beban Jakarta yang sudah sedemikian berat. Sutiyoso atau akrab disapa Bang Yos juga meyakini pemerintah memiliki pemikiran yang sudah matang soal pemindahan ibukota.

Bang Yos berbicara soal pemindahan ibukota ini ketika ditanya wartawan saat pelantikan Anggota DPRD DKI Jakarta 2019-2024, di Gedung DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Baca Juga

Menurut Bang Yos, wacana pemindahan ibu kota itu sudah lama sekali digulirkan oleh pemerintah Indonesia mulai Orde Lama hingga Orde Baru, namun beberapa wacana itu tak terealisasi.

"Tapi tidak pernah terlaksana, karena pemimpin yang lama itu menganggap belum punya biaya untuk itu. Kalau pemerintah sekarang menganggap sudah punya biaya. Ya kita dukung. Kenapa tidak. Karena paling tidak akan mengurangi beban Jakarta," kata Bang Yos kepada wartawan.

photo
(Dari kiri) Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Kaltim Isran Noor, dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, berfoto bersama seusai memberikan keterangan pers terkait rencana pemindahan Ibu Kota Negara di Istana Negara, Jakarta, Senin (26/8/2019).
Mengurangi beban Jakarta itu, sambung Bang Yos, terutama beberapa masalah klasik di Jakarta, seperti banjir, kemacetan, kekumuhan dan aksi kriminalitas. Selama ini menurut dia, Jakarta sudah terbebani dengan kota yang multifungsi. 

Selain pusat pemerintahan, Jakarta juga jadi pusat ekonomi, pusat budaya, pusat pendidikan dan itu menjadi kehidupan orang datang ke sini. Itu semua telah membuat Jakarta meninggalkan banyak masalah-masalah yang sulit diselesaikan. "Kalau pindah Kemacetan, kekumuhan, kriminalitas, itu jadi beban kurang," sebutnya.

Selain setuju dengan pemerintah soal pemindahan ibukota, Bang Yos mengusulkan agar desain ibukota baru benar-benar dirancang sangat baik dan futuristik. Tidak asal-asalan. "Menurut saya dilombakan saja seperti Canberra. Itu kota dilombakan dan insinyur Amerika yang menang," jelasnya.

Senada dengan Bang Yos, mantan Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat juga setuju dengan pemindahan ibukota dari Jakarta. Menurutnya sangat baik bila beban Jakarta mulai dikurangi sejak sekarang, yakbi dengan cara pemindahan ibukota. "Jakarta ini kan pusat segalanya, semuanya ada di sini, campur aduk. Saya sudah sering bilang," katanya.

Djarot menilai siapapun orangnya, bila Jakarta dibebankan sebegitu beratnya, tidak akan mampu merubah Jakarta secara maksimal. Sebab beban Jakarta sudah sangat berat, sebagai pusat pemerintahan, sekaligus pusat ekonomi di lahan terbatas ditambah lingkungan yang kritis. "Siapapun gubernurnya akan sulit, merubah Jakarta," ujar Djarot.

 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA