Monday, 7 Rabiul Awwal 1444 / 03 October 2022

Yen Melonjak, Yuan Jatuh Karena Perang Dagang Meningkat

Senin 26 Aug 2019 10:07 WIB

Rep: Antara/ Red: Friska Yolanda

Mata uang yen Jepang (ilustrasi)

Mata uang yen Jepang (ilustrasi)

Foto: WIKIPEDIA
Ketegangan dagang kembali meningkat saat Trump memberlakukan tarif atas barang Cina.

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- Yen menguat pada perdagangan Senin (26/8) pagi, karena investor berbondong-bondong ke aset safe-haven setelah peningkatan tajam dalam perang perdagangan AS-Cina. Perang dagang kedua negara menghancurkan kepercayaan investor dan menggelapkan prospek ekonomi global.

Sementara, yuan juga jatuh di perdagangan luar negeri. Yuan terbebani ekspektasi perlambatan yang lebih dalam di China karena dua ekonomi terbesar dunia itu saling berbalas tarif perdagangan. Franc Swiss dan emas, dua aset yang dicari selama masa penghindaran risiko tinggi, melonjak di awal perdagangan Asia.

Baca Juga

Pasar keuangan diprediksi fluktuatif karena investor cenderung mengalihkan uang dari saham ke aset yang kurang berisiko, seperti utang, emas, dan mata uang safe-haven. "Spekulan datang ke pasar sangat awal untuk menekan dolar AS/yen," kata Yukio Ishizuki, ahli strategi valuta asing di Daiwa Securities di Tokyo.

Saham-saham AS jatuh pada Jumat (23/8) ketika Presiden Donald Trump mengumumkan bea tambahan lima persen atas 550 miliar dolar AS barang-barang Cina. Keputusan ini disampaikan beberapa jam setelah Beijing meluncurkan tarif pembalasan atas produk-produk AS senilai 75 miliar dolar AS.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA