Monday, 11 Zulqaidah 1442 / 21 June 2021

Monday, 11 Zulqaidah 1442 / 21 June 2021

Helikopter Pembom Air Dikerahkan Padamkan Karhutla Sumsel

Ahad 25 Aug 2019 17:37 WIB

Red: Andri Saubani

Helikopter Super Puma milik Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas Forestry melakukan 'water bombing' di Muara Medak, Bayung Lencir, Musi Banyuasin, Sumsel, Rabu (21/8/2019).

Helikopter Super Puma milik Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas Forestry melakukan 'water bombing' di Muara Medak, Bayung Lencir, Musi Banyuasin, Sumsel, Rabu (21/8/2019).

Foto: Antara/Wahdi Septiawan
Provinsi Sumatra Selatan mengalami kebakaran hutan dan lahan sejak akhir Juni lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG -- Sejumlah helikopter pembom air, Ahad (25/8) diterjunkan untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Sumatra Selatan (Sumsel) yang terjadi pada beberapa kabupaten. Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sumatra Selatan Ansori mengatakan terdapat beberapa titik panas (hot spot) yang terpantau.

Satu unit helikopter masing-masing memadamkan api di kawasan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, kemudian di kawasan Palem Raya, Kabupaten Ogan Ilir, dan dua unit khusus memadamkan kebakaran di Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin. "Kami mengerahkan helikopter water bombing karena lokasi kebakaran sulit diakses oleh Satgas Darat Karhutla," kata Ansori.

Ansori mengatakan, kebakaran di Bayung Lencir sudah terjadi sejak Rabu (14/8) dan hingga kini belum teratasi. Karhutla di Ogan Ilir baru terjadi hari ini, yakni di Desa Tanjung Seteko atau di kawasan Tol Palembang Indralaya (Palindra).

"Khusus yang di OI, kami sudah kerahkan juga dua unit mobil tangki. Namun hingga kini masih kesulitan mencapai lokasi," kata dia lagi.

Provinsi Sumatra Selatan mengalami kebakaran hutan dan lahan sejak akhir Juni lalu. Kebakaran itu semakin sering seiring dengan puncak kemarau yang terjadi sejak Agustus 2019.

Keberadaan areal gambut sekitar 1,4 hektare, dan cuaca ekstrem membuat provinsi ini rawan terhadap bencana karhutla. Sejauh ini BMKG setempat mencatat sudah 35 hari tanpa hujan. Sebanyak tujuh unit dari total 39 unit helikopter pembom air di seluruh Indonesia disiagakan di Pangkalan Udara TNI Sri Mulyono Herlambang Palembang untuk mengatasi bencana ini.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA