Sunday, 4 Syawwal 1442 / 16 May 2021

Sunday, 4 Syawwal 1442 / 16 May 2021

Popovich Ingin Perbaiki Pertahanan Tim Basket AS

Sabtu 24 Aug 2019 10:50 WIB

Red: Israr Itah

Gregg Popovich

Gregg Popovich

Foto: AP/Charles Rex Arbogast
Tim AS kehilangan sejumlah nama besar NBA yang memilih absen pada Piala Dunia FIBA.

REPUBLIKA.CO.ID, MELBOURNE -- Pelatih timnas basket Amerika Serikat Gregg Popovich menilai timnya harus meningkatkan pertahanan dan komunikasi pemain menjelang Piala Dunia FIBA, sekalipun timnya menang 102-86 melawan Australia dalam laga persahabatan. Sang juara dunia mencetak 31 poin pada kuarter ketiga setelah panen lemparan tiga angka, untuk mengatasi perlawanan The Boomers, Kamis (22/8) malam lalu.

Guard Boston Kemba Walker memasukkan 23 poin, pemain Indiana Pacers Myles Turner menyumbangkan 15 poin plus 14 rebound, sedangkan bintang Utah Jazz Donovan Mitchell mengemas 13 poin ditambah tiga assist di depan 51 ribu penonton di Melbourne.

"Transisi pertahanan kami lemah, dan mereka berhasil memasukkan tiga kali berturut-turut lemparan tiga angka," sambung dia seraya menyebut tim pelatih menyoroti transisi pertahanan yang lemah itu.

Baca Juga

Tim AS kehilangan sejumlah nama besar NBA yang memilih absen pada Piala Dunia FIBA, tetapi tetap solid di tengah ambisi mereka merengkuh gelar juara dunia keenamnya di China nanti, mulai 31 Agustus.

Pelatih veteran San Antonio Spurs Gregg Popovich menyebut tim Australia pimpinan bintang NBA Patty Mills sebagai tim tangguh yang melancarkan serangan cepat yang sulit dikawal lawan.

"Mereka hebat dalam bergerak dan memotong. Kami akan menyaksikan filmnya, dan saya kira kami akan belajar banyak dari yang harus kami kawal. Saya memberi penghargaan besar kepada mereka, sungguh impresif," kata Popovich.

AS dan Australia bertemu lagi di Melbourne hari ini sebelum melawan Kanada di Sydney pekan depan menjelang keberangkatan ke China.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA