Monday, 30 Sya'ban 1442 / 12 April 2021

Monday, 30 Sya'ban 1442 / 12 April 2021

Amoeba Telkom Bimbing Mahasiswa Lahirkan Startup

Kamis 22 Aug 2019 14:27 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Perempuan dan startup. Ilustrasi.

Perempuan dan startup. Ilustrasi.

Foto: Reuters
Hampir 10 ribu mahasiswa bergabung di Amoeba dan membangun aplikasi startup.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- PT Telkom Indonesia (Persero) mendorong mahasiswa seluruh Indonesia melahirkan produk inovatif digital. Produk inovatif ini diharapkan bisa dikomersilkan dan digunakan bagi masyarakat banyak.

General Manager ES Education Services Telkom Indonesia, Arliek Arnastoto mengatakan, di Telkom ada namanya Amoeba Telkom untuk membimbang startup. Bagi mahasiswa yang melakukan inovasi riset atau membuat startup akan mendapatkan bimbingan langsung ketika masuk dalam tim Amoeba Telkom.

Ia menyatakan, pihaknya sangat mendukung mahasiswa yang melakukan riset atau melakukan inovasi produk startup karena dampaknya bagi mahasiswa dan pihak Telkom sangat positif.

"Ketika ada aplikasi mahasiswa yang siap dikomersialkan akan benar-benar menjadi sebuah aplikasi yang dapat diterima di lingkungan industri, tidak ada gap lagi," katanya, saat memberikan kuliah umum di Universitas Negeri Padang (UNP), Sumatra Barat, Senin (19/8).

Dia mengatakan, kegiatan tersebut sebagai salah satu kolabarasi dan komitmen Telkom Indonesia mendukung dunia pendidikan Indonesia, dalam artian menjembatani produk inovasi digital tersebut. Ia mengatakan, Telkom melalui Amoeba tersebut langsung menjalin kerjasama atau berhubungan langsung dengan pihak mahasiswa atau personalnya, bukan dengan perguruan tingginya.

"Saat ini total hampir 10.000 mahasiswa yang tergabung dan membangun aplikasi startup secara bersama Telkom di tiga lokasi, yakni, Bandung, Bali dan Jakarta," katanya.

Rektor UNP, Ganefri mengatakan di UNP ada Pusat Unggulan Iptek (PUI) layanan Digital dan PUI Layanan Kuliner. Keduanya saat ini terus mengembangkan inovasi untuk mengembangkan dan mendukung kemajuan teknologi.

"PUI layanan kuliner mengembangkan inovasi menjual dan menjaga kuliner khas Ranah Minang, sementara PUI layanan digital ingin melahirkan inovasi-inovasi yang mendukung bidang pengajaran, terutama pengembangan model dan strategi pengajaran," katanya.

Di era revolusi industri 4.0, katanya, model pembelajaran klasikal dan konvensional bisa jadi kurang diterima oleh para siswa saat ini, PUI layanan digital dituntut untuk terus bisa melahirkan teknologi pendidikan.

Ia berharap, mahasiswa UNP ikut ambil bagian dalam kemajuan revolusi industri 4.0 serta melahirkan berbagai karya inovasi atau produk startup yang dapat bersaing di dunia industri Tanah Air.

sumber : antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA