Tuesday, 25 Rajab 1442 / 09 March 2021

Tuesday, 25 Rajab 1442 / 09 March 2021

Baku Tembak Pecah di Kashmir, Dua Orang Terbunuh

Rabu 21 Aug 2019 14:30 WIB

Rep: Fergi Nadira/Rizky Jaramaya/ Red: Nur Aini

Tentara paramiliter India berjaga di jalanan yang sepi saat jam malam di Srinagar, Kashmir yang dikuasai India, Kamis (8/8).

Tentara paramiliter India berjaga di jalanan yang sepi saat jam malam di Srinagar, Kashmir yang dikuasai India, Kamis (8/8).

Foto: AP Photo/Dar Yasin
Bentrokan pertama pecah di Kashmir setelah pencabutan status istimewa oleh India.

REPUBLIKA.CO.ID, SRINAGAR -- Pasukan Keamanan India dilaporkan telah menewaskan satu orang yang diduga militan dalam baku tembak di Kashmir, Rabu (21/8). Itu merupakan bentrokan pertama sejak pemerintah federal India menghapus status khusus wilayah bulan ini sehingga memicu kemarahan.

Pihak berwenang mengatakan, dua polisi terluka dalam pertempuran yang meluas di Baramulla, Kashmir Utara. "Salah satunya kemudian meninggal di rumah sakit," kata pihak kepolisian.

Militan yang memerangi pemerintah India di Kashmir yang mayoritas Muslim, bersumpah untuk melanjutkan serangan bersenjata. Hal itu menyusul pemerintah Perdana Menteri Narendra Modi yang mencabut pembatasan pembelian properti dan pekerjaan pemerintah dan membukanya bagi orang-orang dari luar negara.

Protes warga meluas di kota utama Srinagar. Sementara, Pakistan mengajukan masalah Kashmir ke Pengadilan Internasional. Ribuan tentara paramiliter tambahan telah dikerahkan di Kashmir guna mengendalikan pemberontakan.

Pada Selasa malam, pihak kepolisian menggrebek bagian daerah Baramulla. Tersangka militan menembakkan sebuah granat yang melukai dua polisi.

Kashmir merupakan satu-satunya wilayah di India yang berpenduduk mayoritas Muslim. Sejak merdeka dari Inggris pada 1947, Kashmir terpecah dua, dua per tiga di antaranya dikuasai India, sementara sisanya milik Pakistan. Wilayah itu kemudian dipisahkan dengan garis Line of Control (LoC). Perselisihan akibat sengketa Kashmir telah membuat India dan Pakistan tiga kali berperang, yakni pada 1948, 1965, dan 1971. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA