Sunday, 19 Safar 1443 / 26 September 2021

Sunday, 19 Safar 1443 / 26 September 2021

Haji, Jihad, Kekalifahan: Nasihat Hurgronje Bagi Kolonial

Selasa 13 Aug 2019 05:03 WIB

Red: Muhammad Subarkah

Snouck Hurgronje paling kiri.

Jamaah haji tempo dulu menggunakan angkutan kapal laut (ilustrasi).

Foto:
Hurgronje memberi berbagai nasihat soal haji, jihad, kekhalifahan bagi penguasa kolon

Di sinilah kita dapat melihat ‘politik haji’ Snouck Hurgronje. Kepada pemerintah kolonial ia meminta agar jemaah haji jangan dipersulit apalagi dilarang. Namun jika jamaah tersebut terindikasi membawa pesan politik perlawanan, maka ia meminta agar diberantas keras. Terlebih jika jemaah tersebut membawa pesan-pesan jihad.

Ketakutan Snouck Hurgronje pada politik Islam lebih-lebih pada ajaran jihad dalam agama Islam berdasarkan pengamatannya bahwa ajaran inilah yang membuat kaum pribumi (umat Islam) menentang terus menerus kehadiran pemerintah kolonial Belanda. Hal itu dikemukakannya ketika ia melihat perlawanan rakyat Aceh terhadap kehadiran Belanda di sana. Menurutnya,

“Semua pihak harus mengakui bahwa doktrin jihad menimbulkan hambatan yang serius bagi pembinaan serupa itu. Kendatipun kaum Muslimin yang menyadari kenyataan duniawi dan menganut peradaban modern, mau mengabaikan adanya doktrin jihad atau menampilkannya sebagai hal yang tidak dapat ditetapkan di negeri bersangkutan, para tokoh hukum jihad terus saja mengajarkan kepada rakyat banyak bahwa senjata mereka hanya boleh tersimpan sepanjang tidak ada harapan memetik sukses dalam perang melawan kaum kafir. Dalam situasi serupa ini tidak mungkin mencapai perdamaian sejati, melainkan sekedar gencatan senjata yang berkepanjangan,'' kata Snouck Hurgronje lagi.

Bagi Hurgronje, tak ada cara lain dalam menaklukkan umat Islam kecuali dengan jalan menghapus ajaran jihad dan menundukkan politik Islam ke dalam politik modern (barat) yang sekular.


“Cara menginterpretasikan doktrin jihad oleh para guru agama dan dianut secara kurang sistematis oleh rakyat banyak, merupakan indikasi yang cukup baik tentang kemajuan Islam ke arah tersebut yang dipaksakan dengan dorongan lebih kuat oleh kondisi politik jaman modern. Pada akhirnya doktrin Islam akan tunduk sama sekali pada dorongan itu; garis perkembangannya secara jujur harus meninggalkan ketentuan jihad dan mengikuti doktrin yang praktis tidak menimbulkan gejolak, di mana pada akhir masa akan tampil seorang Mahdi untuk menyelamatkan dunia ini," ujarnya.

Dengan demikian, lanjut Hurgronye, Islam hanya berbeda dengan agama lain dalam hal ia menjunjung katekis dan ritual lain sebagai alat untuk mencapai keselamatan abadi. "Tetapi sebelum masa itu tiba, kubu politik Islam yang terakhir mungkin sudah dikuasai oleh pengaruh Eropah dan semua bangsa-bangsa Islam yang peradabannya lebih rendah akan dipaksa tunduk di bawah kendali pemerintahan Eropa yang kukuh,” demikian jelas Snouck Hurgronje.

Snouck Hurgronje melihat kebebasan beribadah haruslah diberikan oleh pemerintah kolonial selama tidak membawa-bawa persoalan politik. Ketika soal Islam menyentuh soal politik barulah hal itu harus dihancurkan. Bagi Hurgronje, ada tiga aspek politik kepada (umat) Islam yang dapat diterapkan oleh pemerintah kolonial.

Pertama; Hukum adat dapat digunakan untuk menaklukkan pengaruh normatif hukum Islam. Kedua ia menyerukan untuk memisahkan agama Islam dari politik. Dalam persoalan yang “murni ibadah”, penguasa harus tetap netral. Tetapi jika timbul penyebaran Islam sebagai ideologi, maka harus ditumpas dengan kekuatan militer yang represif.

Ketiga, ia menyokong dibangunnya sistem pendidikan moderen. Cara pandang Snouck Hurgronje mewakili cara pandang kaum liberal barat pada masanya. Menganggap mereka sebagai bapak dari kaum pribumi dan mencoba mengintegrasikan Hindia Belanda di bawah ketiak Belanda.

Cara pandang Snouck Hurgronje ini terus dilestarikan bukan saja oleh para penerusnya di Kantor Penasehat Urusan Pribumi di Hindia Belanda, tetapi bahkan hingga kini. Upaya-upaya memisahkan Islam dari politik dan menjauhkan ajaran jihad dalam Islam dilestarikan para pengasong sekularisme di tanah air.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA