Thursday, 3 Rabiul Awwal 1444 / 29 September 2022

Geliat Gerakan Literasi di Sukabumi Merambah Sekolah-Sekolah

Senin 12 Aug 2019 23:20 WIB

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Gita Amanda

Pemkot Sukabumi melaunching gerakan literasi sebagai upaya meningkatkan minat baca di SMA 3 Sukabumi Selasa (16/10).

Pemkot Sukabumi melaunching gerakan literasi sebagai upaya meningkatkan minat baca di SMA 3 Sukabumi Selasa (16/10).

Foto: Republika/Riga Nurul Iman
Upaya ini dilakukan dengan menggencarkan gerakan literasi budaya membaca ke sekolah.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Geliat gerakan literasi di Kota Sukabumi terus digaungkan. Hal ini dilakukan untuk mewujudkan daerah tersebut sebagai salah satu kota literasi di Indonesia.

Upaya ini dilakukan dengan menggencarkan gerakan literasi budaya membaca ke sekolah-sekolah. Gerakan literasi ini misalnya mulai dilakukan di SDN Brawijaya Kota Sukabumi yang melakukan kegiatan 'Readathon' atau membaca 42 menit, Senin (12/8).

Baca Juga

Pada momen itu dilakukan pula pencanangan Gema Wijaya atau Gerakan Membaca SDN Brawijaya oleh Bunda Literasi Kota Sukabumi Fitri Hayati Fahmi dan dihadiri Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusip) Kota Sukabumi Nicke Siti Rahayu.

"Gerakan literasi harus terus digencarkan hingga ke sekolah-sekolah,’’ ujar Bunda Literasi Kota Sukabumi Fitri Hayati Fahmi. Targetnya budaya membaca buku dapat tertanamkan sejak dini di kalangan anak-anak.

SDN Brawijaya lanjut Fitri, akan menjadi percontohan gerakan literasi di sekolah dan akan ada kelanjutan program. Jangan sampai ketika dilaunching tidak dipelihara keberlanjutannya.

Sehingga kata Fitiri, gerakan literasi sekolah akan dikolaborasikan dengan orangtua murid dan Dispusip Kota Sukabumi. Rencananya akan dilakukan program pertemuan dengan komite sekolah dan gerakan ini minimal dilakukan di SD negeri dan berlanjut ke jenjang SMP.

''Sukabumi akan naik peradabannya, jika sebuah pelaku peradabannya senang membaca buku dan membaca zaman,'' ungkap Fitri. Makanya anak-anak tidak hanya dirangsa senang membaca melainkan harus diberikan sistem yang dapat berjalan dengan baik.

Sebabnya ungkap Fitri, kalau hanya melaunching saja tanpa memelihara maka gerakannya akan dilaksanakan sebentar saja. Salah satu yang bisa dilakukan yakni pemberian reward atau sanksi kepada pelajar.

Contohnya kata Fitiri, kalau anak-anak melakukan pelanggaran kedisiplinan, maka hukumannya dimasukkan ke ruang perpustakaan di sekolah yang bernilai positif. '' Di sana anak diajak membaca untuk meningkatkan dan memperbaiki karakter tidak selalu ceramah,'' imbuh dia.

Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi mengatakan, Kota Sukabumi terus berkomitmen menjadi kota literasi. Caranya dengan menjadikan literasi sebagai sebuah gerakan yang massif dan terencana di tengah masyarakat.

"Gerakan literasi ini sebagaimana visi misi wali kota dan wakil semangatnya menjadikan Sukabumi sebagai kota literasi,’’ cetus Fahmi. Untuk mencapainya tidak mungkin bisa dibuat begitu saja. Melainkan dengan pergerakan menghimpum berbagai komunitas dan golongan salah satunya dengan workshop literasi.

Ketika literasi menjadi gerakan kata Fahmi, maka dapat disebut kota literasi. Hal ini didahului dengan adanya kesepahaman visi misi bagaimana melangkah bersama sehingga tumbuh semangat kuat baik masyarakat dan pemda untuk mewujudkan Sukabumi sebagai kota literasi.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA