Friday, 27 Zulhijjah 1442 / 06 August 2021

Friday, 27 Zulhijjah 1442 / 06 August 2021

Pemerintah Imbau Maksimalkan RPH untuk Potong Hewan Kurban

Sabtu 10 Aug 2019 19:52 WIB

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Pekerja memotong daging sapi di rumah pemotongan hewan (RPH) di Teluknaga, Tangerang, Banten, Jumat (24/5/2019) dinihari.

Pekerja memotong daging sapi di rumah pemotongan hewan (RPH) di Teluknaga, Tangerang, Banten, Jumat (24/5/2019) dinihari.

Foto: Antara/Weli Ayu Rejeki
Kementan meminta pemotongan di RPH agar limbahnya tak kotori lingkungan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Limbah dari pemotongan hewan kurban umumnya kerap menjadi masalah setelah Idul Adha. Tidak sedikit masyarakat yang melakukan pemotongan hewan kurban tidak menangani limbahnya dengan benar. 

Karena itu, Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner (Dirkesmavet) pada Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian Syamsul Ma'arif mengimbau agar masyarakat yang hendak berkurban memaksimalkan penggunaan RUmah Potong Hewan (RPH) sebagai tempat pemotongan hewan kurban. Jika tidak, ia mengatakan pemotongan hewan kurban dilakukan di lokasi yang cukup luas untuk seluruh proses pemotongan hewan kurban sesuai dengan Permentan 114 tahun 2014 tentang Pemotongan Hewan Kurban. 

Baca Juga

"Disarankan penyembelihan hewan kurbannya dilakukan di RPH atau bergabung dengan tempat pemotongan lain yang mempunyai sarana pemotongan dan pengelolaan limbah," kata Syamsul, saat dihubungi Republika.co.id, Sabtu (10/8).

Syamsul lantas menjelaskan manajemen limbah untuk lokasi sembelihan hewan kurban yang baik. Menurutnya, tempat pemotongan hewan kurban harus cukup luas untuk keperluan kandang penampungan sementara, tempat penyembelihan dan penanganan daging kurban serta untuk pengelolaan limbah.

Selanjutnya, kata dia, air bersih harus tersedia dalam jumlah yang cukup untuk proses pemotongan dan untuk pembersihan lokasi setelah penyembelihan. Ia menyarankan agar menyiapkan lobang terpisah untuk menampung limbah padat berupa kotoran dan isi lambung hewan, dan lubang atau septik tank untuk menampung limbah cair berupa darah dan air pencucian saat pemotongan.

Selanjutnya, dilakukan pembersihan terhadap lokasi pemotongan dan peralatan segera setelah selesai pemotongan hewan kurban. Adapun setelah hewan kurban dikuliti dan dikeluarkan isi perutnya, ia mengatakan proses selanjutnya seperti pengulitan dan pemotongan dagingnya dapat dilakukan di lokasi yang berkurban.

Dalam hal ini, ia tidak menyarankan pemotongan hewan kurban dilakukan di daerah padat penduduk. Pasalnya, pemotongan hewan kurban di lokasi padat penduduk juga dapat menyebabkan hewan stress dan terganggu. Sehingga, bisa membahayakan petugas yang menangani hewan kurban.

"Untuk menghindari hewan stress, penyembelihan hewan kurban tidak boleh disaksikan oleh orang banyak atau anak-anak, cukup orang yang berkurban dan petugas penyembelih yang ada di lokasi yang bisa ditutup dengan terpal atau penutup lainnya," tambahnya. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA