Friday, 25 Ramadhan 1442 / 07 May 2021

Friday, 25 Ramadhan 1442 / 07 May 2021

Hanif: Tak Pikir Jatah Menteri, Jokowi Tahu yang Terbaik

Jumat 09 Aug 2019 12:54 WIB

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Ratna Puspita

Sekretaris Jendral PKB Muhammad Hanif Dhakiri

Sekretaris Jendral PKB Muhammad Hanif Dhakiri

Foto: Republika/Fauziah Mursid
PKB tidak akan membahas jatah menteri, termasuk usulan nama, pada Muktamar.

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) angkat bicara terkait permintaan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri terkait jumlah kursi kabinet. PKB mengaku menyerahkan sepenuhnya komposisi kabinet kepada Presiden terpilih Joko Widodo.

"Ya kalau soal kabinet kita serahkan kepada presiden. Presiden tahu mana yang terbaik. Kalau saya enggak pernah mikirin," kata Sekretaris Jendral PKB Muhammad Hanif Dhakiri di Bali, Jumat (9/8).

Hanif mengatakan PKB tidak akan membahas jatah menteri, termasuk usulan nama-nama pada pelaksanaan Muktamar mendatang. Dia mengatakan, Muktamar lebih akan mendiskusikan terkait bagaimana bangsa dan negara ini.

Baca Juga

Sekali lagi, dia mengatakan sekali lagi jika pembentukan kabinet akan diserahkan kepada Presiden Jokowi. Secara undang-undang, dia melanjutkan, kompisisi kabinet pembantu tugas kepala negara merupakan hak prerogatif Presiden terpilih.

Sebelumnya, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri meminta Presiden Jokowj untuk memberikan kursi menteri paling banyak kepada partainya. Mega mengaku enggan jika hanya diberi empat kursi.

Ketua Umum partai Nasional Demokrat (Nasdem) Surya Paloh mewajarkan permintaan jumlah kursi PDIP dalam kabinet pemerintahan Joko Widodo. Hal itu ditambah lagi dengan jaminan dari Jokowi yang akan memberikan PDIP jumlah kursi paling banyak.

"Ya wajar lah partai pemenang pemilu kan harus lebih banyak," kata Surya Paloh usai menghadiri Kongres V PDIP.

Dia mengaku ikhlas jika Nasdem tidak mendapatkan satu kursipun dalam kabinet kerja jilid II nanti. Dia mengaku tidak akan mempermasalahkan apapun jika memang partainya tidak dibutuhkan sebagai pembantu presiden nanti.

Dia mengungkapkan, Nasdem mendukung Jokowi tanpa syarat. Artinya, dia kembali menegaskan jika Nasdem tidak akan mengurusi berapapum kursi yang akan diberikan Jokowi atau tidak sama sekali.

"Nggak urusan itu berapa kursi mau satu mau dua enggak ada masalah," katanya.

Jokowi mengungkapkan kabinetnya kemungkinan akan berisi 34 kementerian. Namun, dirinya mengaku belum membagi-bagikan kursi menteri itu kepada partai manapun termasuk PDIP. Kendati demikian, dia menjamin jika partai berlogo banteng moncong putih itu akan mendapat kursi terbanyak.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA