Saturday, 9 Zulqaidah 1442 / 19 June 2021

Saturday, 9 Zulqaidah 1442 / 19 June 2021

Baitul Wakaf Fokus Kelola Lahan Produktif

Senin 05 Aug 2019 16:48 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Hasanul Rizqa

Direktur Baitul Wakaf, Rama Wijaya menjelaskan tentang Baitul Wakaf pada acara peluncuran Baitul Wakaf di Jakarta, Kamis (2/5).

Direktur Baitul Wakaf, Rama Wijaya menjelaskan tentang Baitul Wakaf pada acara peluncuran Baitul Wakaf di Jakarta, Kamis (2/5).

Foto: Dok Baitul Wakaf
Dalam mengelola lahan produkti, Baitul Wakaf juga mendukung pesantren-pesantren mitra

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Baitul Wakaf Rama Wijaya menuturkan, pihaknya pada tahun ini akan berfokus mengelola lahan wakaf supaya menjadi produktif. Lahan yang telah diamanahkan itu, misalnya, akan ditanami pelbagai tanaman sayur atau buah-buahan.

"Untuk perkebunan, ada di Bogor. Kita punya tanah seluas 5 hektare dan ini akan kita produktifkan dengan perkebunan durian," kata dia kepada Republika.co.id, Senin (5/8).

Baca Juga

Rama mengatakan, selain di Bogor, Baitul Wakaf juga mengelola lahan perkebunan di Subang untuk ditanami buah-buahan. Pengelolaan lahan wakaf ini, baik di Subang maupun Bogor, telah berjalan tetapi belum menghasilkan profit karena butuh waktu untuk mencapainya.

Selain dua daerah tersebut, Baitul Wakaf juga berencana membeli sawah produktif seluas 4 hektare di Bekasi, untuk dijadikan sebagai aset wakaf. Bukan tak mungkin, kata Rama, dari 4 hektare lahan ini akan berkembang lebih luas lagi.

Rama menjelaskan, rencananya hasil dari sawah produktif ini untuk memasok kebutuhan pokok ke jejaring pesantren yatim dan dhuafa di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Pesantren tersebut memang sudah menjadi bagian dari jejaring Baitul Wakaf.

"Di Jabodebek saja dalam sebulan itu ada kebutuhan sekitar 5 sampai 10 ton beras. Nah kita ingin sektor pertanian ini bisa men-support mereka. Karena pesantren biasanya bergantung pada donatur," paparnya.

Selain di Pulau Jawa, lanjut Rama, Baitul Wakaf memiliki program yang telah berjalan, yakni mengelola perkebunan sawit di Kalimantan. "Ada program yang sudah berjalan. Kita masih mencoba mengelola seperti sawit di Kalimantan," tambahnya.

 

Sakina Mart

Rama mengungkapkan, Baitul Wakaf fokus meningkatkan wakaf produktif tanpa mengenyampingkan wakaf sosial. Ada beberapa wakaf produktif yang telah dijalankan Baitul Wakaf. Salah satunya wakaf di sektor usaha minimarket.

Baitul Wakaf memulainya dengan berinvestasi pada dua minimarket di Surabaya, Jawa Timur, yang telah berjalan dan punya profit. Baitul Wakaf bekerjasama dengan minimarket Sakinah Mart, sebuah minimarket yang berawal dari koperasi pesantren dan terus mengalami perkembangan.

Menurut Rama, Sakinah Mart ini sudah menjangkau 16 titik di daerah Jawa Timur, dan tumbuh dari koperasi untuk membesarkan anggotanya. Karena itu, dia menilai, Sakinah Mart ini punya nilai yang sama dengan Baitul Wakaf.

"Jadi kemarin kita ngobrol, lalu kita dikasih invest di dua minimarket yang sudah berjalan yang sudah menghasilkan profit. Jadi dana wakaf kita investasikan di sana, di dua minimarket itu," katanya.

Di waktu mendatang, Rama mengatakan, Baitul Wakaf berencana mendirikan sendiri minimarket wakaf dengan melakukan kolaborasi. Apalagi Baitul Wakaf juga sudah menyurvei titik-titik yang memang potensial untuk dibangun minimarket.

"Misalnya kalau di sana didirikan unit usaha minimarket, maka potensinya secara kalkulasi matematis dan profit sharing yang kita hasilkan itu akan bagus. Ke depan kita akan ada proyeksi seperti itu," kata dia.

Namun untuk saat ini, Baitul Wakaf akan mengembangkan terlebih dulu mitranya, Sakinah Mart, yang memang telah berdiri sejak 1991. "Tetap mitra kita adalah Sakinah Mart yang sudah hadir sejak 1991, dan sudah sustain usahanya," kata dia.

Dalam satu tahun ini, lanjut Rama, Baitul Wakaf menargetkan pendirian satu minimarket wakaf tambahan. "Mungkin saja tahun depan bisa menambah dua, tergantung nanti kalau responsnya tinggi, makin besar dana produktif yang kita himpun berupa wakaf, otomatis kita bisa lebih dari itu," ucap dia.

Lokasi pendiriannya tetap berada di Jawa Timur. Sebab kata Rama, komunitas terbesar yang dekat dengan Baitul Wakaf memang di sana. Rencananya, minimarket wakaf ini akan melebarkan sayapnya hingga ke Jakarta atau sekitarnya terutama Depok, Jawa Barat.

photo
Baitul Wakaf menggelar Studium General Aksi Wakaf di Aula Pesantren Hidayatullah Depok, Ahad (4/8).
"Rencananya akan masuk ke Jakarta juga, ke Depok terutama, tapi masih kita hitung cost financial yang kita keluarkan. Untuk sementara kita masih di Jatim karena memang titik-titik yang sudah kita assessment dan potensial itu masih di Jawa Timur. Di Surabaya, Malang, Sidoarjo," ungkap dia.

Selain minimarket wakaf, juga ada wakaf rumah sakit. "Ini kita jalankan karena memang kebutuhan untuk rumah sakit itu juga menjadi prioritas untuk dikembangkan. Selain itu juga kita fokus pada wakaf pendidikan," kata dia.

Untuk wakaf sosial, Rama menjelaskan, Baitul Wakaf melakukan pembangunan pesantren di daerah terpencil maupun pedalaman. Termasuk juga wakaf untuk air bersih dan sumur. Baitul Wakaf juga menaruh perhatian kepada para dai di daerah pedalaman dengan memberikannya motor ataupun alat transportasi lainnya untuk menunjang operasional mereka.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA