Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Bandung Pertimbangkan Panel Surya Antisipasi Listrik Padam

Senin 05 Aug 2019 15:47 WIB

Rep: Zuli Istiqomah/ Red: Nur Aini

Panel energi tenaga surya. (ilustrasi)

Panel energi tenaga surya. (ilustrasi)

Foto: ABC News
Panel surya dipertimbangkan menjadi sumber listrik untuk fasilitas publik.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Pelaksana harian (Plh) Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengakui dampak luar biasa listrik padam pada Ahad (4/8) kemarin, terutama yang berhubungan dengan fasilitas publik seperti lampu lalu lintas dan lampu penerangan jalan umum (PJU). Dia menilai listrik padam yang terjadi cukup lama menjadi pengalaman bahwa saat ini butuh energi alternatif selain listrik.

Dia menilai energi matahari (solar cell) seharusnya bisa menjadi alternatif yang sepertinya sudah harus dikembangkan. 

Baca Juga

“Ini jadi pengalaman. Soal solar cell bisa dipertimbangkan terutama untuk traffic light dan PJU,” kata Yana di Balai Kota Bandung, Senin (5/8).

Yana menuturkan selama ini memang sebagian besar kebutuhan aktivitas di Kota Bandung membutuhkan listrik. Karenanya, listrik yang padam membuat berbagai kegiatan warga terhambat. Bahkan ia mendapat laporan dampaknya yakni terjadi kemacetan luar biasa di Kota Bandung kemarin akibat matinya lampu lalu lintas.

Ia menyebutkan selama ini lampu lalu lintas menggunakan energi listrik. Jika jaringan listrik mati, hanya tersisa cadangan dari baterai yang hanya bertahan sekitar dua jam. Oleh karena itu, ia terbesit untuk segera memikirkan alternatif energi lainnya untuk mengurangi ketergantungan pada listrik, walaupun tidak semua fasilitas terganggu.

“Rata-rata kalau rumah sakit ada genset. Tapi kalau untuk traffic light hanya punya baterainya yang tahan hanya dua jam,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengaku mengembangkan sel surya sebagai energi alternatif untuk sejumlah fasilitas publik tidak bisa masuk dalam APBD 2020. Sebab, saat ini sudah masuk dalam pembahasan berdasarkan KUAPPAS yang sudah ditetapkan. Namun, pihaknya akan memikirkan upaya lainnya untuk bisa memgembangkan solar cell di Kota Bandung.

“Kita berharap mudah-mudahan sih bisa KPBU (Kerjasama Pemerintah Bandan Usaha). Jadi solar cell terutama beberapa PJU, traffic light itu energinya dari situ. Dengan solar cell nggak tergantung listrik,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Kota Bandung Anton Sunarwibowo mengatakan untuk layanan sistem informasi dan komunikasi di Kota Bandung tidak ada gangguan yang signifikan akibat listrik padam hampir seharian kemarin. Meski demikian Anton menyebutkan akan berkoordinasi dengan PLN untuk mengantisipasi adanya pemadaman listrik kembali.

“Rencananya ini akan kita monitoring terus. Mudah-mudahan tidak terjadi lagi pemadaman. Tapi kalau ada kita siapkan start up kembali,” kata Anton.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA