Tuesday, 29 Ramadhan 1442 / 11 May 2021

Tuesday, 29 Ramadhan 1442 / 11 May 2021

Tahukah Anda Mana yang Lebih Kotor?

Senin 05 Aug 2019 12:43 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Indira Rezkisari

Makanan jatuh.

Makanan jatuh.

Foto: PxHere
Waspada, makanan yang jatuh di wastafel bisa lebih kotor dari jatuh di lantai.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tanpa disadari kita dikelilingi kuman dan bakteri penyebab penyakit. Bakteri mikroskopis, virus, dan jamur ada pada semua hal yang kita sentuh dan temui. Bahkan, udara yang kita hirup tidak murni dan bebas kuman.

Tentu saja, perlu berhati-hati melindungi diri dari kuman-kuman itu, tetapi terkadang kita gagal memahami kondisi yang lebih baik. Dilansir dari Times of India, berikut tujuh kondisi perbandingan ihwal mana situasi lebih kotor.

Mana yang lebih banyak kuman, makanan yang tumpah di wastafel atau lantai?

Sebagian besar orang yakin makanan yang tumpah atau jatuh ke lantai lebih kotor. Nyatanya tidak demikian. Ternyata, wastafel mengandung lebih banyak kuman daripada lantai.

Wastafel merupakan tempat paling lembab kedua di rumah. Karena itu, kondisi tersebut justru membuat bakteri berkembang biak dan menggandakan diri. Pun berdasarkan ilmu pengetahuan, wastafel lebih buruk daripada toilet.

Mana yang lebih berkuman, lada atau garam?

Sebagian pelanggan restoran, biasanya mencari garam untuk menambah rasa sedap pada pesanan. Pernahkan berpikir, apakah garam di restoran bebas dari kuman?

Ternyata garam lebih baik daripada lada bubuk di restoran. Penelitian menunjukkan lada tabur dipenuhi bakteri escherichia coli (e coli). Hal itu disebabkan karena lada merupakan produk nabati.

Mana yang lebih berbahaya, makanan yang dihinggapi kecoa atau lalat?

Keduanya bukan pilihan baik. Namun, ternyata lalat membawa lebih banyak kuman penyebab penyakit daripada kecoa. Meskipun bertubuh lebih kecil, lalat dua kali lebih kotor daripada kecoa.

Lalat membawa kuman dari berbagai tempat yang dengan mudah ditransfer ke makanan. Bahkan, lalat bereproduksi dalam kotoran, sampah, dan bangkai hewan.

Mana yang lebih kotor, tisu toilet atau alat pengering tangan udara?

Hanya karena seseorang tak menyentuh pengering tangan, bukan berarti bebas kuman. Sesuai penelitian, seseorang yang mengeringkan tangan menggunakan tisu kemungkinan lebih sedikit mengalami penyebaran kuman. Sebaliknya, pengering udara dapat meniup dan menyebarkan kuman-kuman pada tangan yang baru saja dicuci bersih.

Di mana bakteri lebih banyak, kamar pas atau meja pusat gerai makanan?

Meskipun mungkin berpikir pusat gerai makanan menjadi jawaban tepat, ternyata kamar pas lebih banyak mengandung kuman. Alasannya, setelah orang mencoba pakaian, sel-sel kulit dan keringat bisa menumpuk di dalam gantungan dan kait, yang bisa dengan mudah ditransfer ke orang lain.

Hal itu dapat menyebabkan infeksi kulit dan ruam. Selain itu, tidak ada seseorang yang berpikir membersihkan kait dan gantungan kamar mandi.

Apa yang tidak boleh dilakukan, berbagi deodoran atau sabun mandi batangan?

Sabun merupakan benda pribadi yang sebaiknya tidak berbagi dengan orang lain. Alasannya, karena rentan terjangkit bakteri e coli dan staphylococcuss.

Namun, ternyata berbagi deodoran sama buruknya dengan berbagi sabun mandi batangan. Sebab, kuman-kuman yang ada pada deodoran dapat menyebabkan infeksi pada bekas cukuran.

Mana yang lebih kotor, menggunakan handuk berulang atau lap dapur?

Handuk sering dalam kondisi lembab dan menjadi tempat berkembang biak yang baik bagi bakteri. Namun, jika membandingkan keduanya, lap dapur lebih kotor karena digunakan untuk berbagai hal.

Selain itu, lap dapur juga terpapar patogen maksimum. Bakteri berbahaya dari buah, sayuran, dan produk lainnya dapat menyebar, setiap kali mengeringkan tangan dengan lap dapur. Namun, penting untuk sering mencuci lap dapur dan handuk.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA