Monday, 24 Rajab 1442 / 08 March 2021

Monday, 24 Rajab 1442 / 08 March 2021

Tersangka Penembakan Kalifornia Tewas karena Lukanya

Sabtu 03 Aug 2019 17:23 WIB

Red: Ani Nursalikah

Polisi berjaga di luar Gilroy High School menyusul penembakan mematikan yang terjadi di festival bawang putih Gilroy Garlic Festival di Gilroy, Kalifornia, Ahad (28/7).

Polisi berjaga di luar Gilroy High School menyusul penembakan mematikan yang terjadi di festival bawang putih Gilroy Garlic Festival di Gilroy, Kalifornia, Ahad (28/7).

Foto: Nhat V. Meyer/San Jose Mercury News via AP
Tersangka sempat menembak kepalanya usai baku tembak dengan polisi.

REPUBLIKA.CO.ID, LOS ANGELES -- Seorang remaja yang melepaskan tembakan dengan senapan di festival makanan akhir pekan di Kalifornia Utara akhirnya meninggal karena luka tembak di kepala. Hal itu terungkap dalam hasil otopsi yang diumumkan pada Jumat (2/8).

Polisi pada awalnya menyatakan pria bersenjata itu, Santino William Legan (19 tahun) ditembak mati oleh petugas polisi yang sedang berpatroli di festival makanan Gilroy Garlic Festival dan berhadapan dengan Legan ketika ia mulai mengamuk. Penembakan tersebut menewaskan tiga orang.

Kepala Polisi Gilroy, Scot Smithee, bersikeras tiga perwira yang baku-tembak dengan Legan sebagai pahlawan. Dia mengatakan jumlah korban kemungkinan akan lebih tinggi jika mereka tidak menangani pria bersenjata itu secepat mereka melakukannya, dalam beberapa detik setelah dia mulai menembak.

"Dalam pikiran saya, itu tidak mengubah apa pun. Para petugas tiba di sana dengan cepat, mereka menanganinya dengan cepat, mereka melepas tembakan dan menghentikan ancaman itu," kata Smithee tentang hasil otopsi awal.

Ketika berbicara kepada wartawan pada Jumat, Smithee mengatakan tersangka mengalihkan tembakannya dari kerumunan ke petugas ketika mereka sampai di sana. Dia dikejutkan oleh beberapa tembakan balasan oleh polisi. Tidak ada warga yang terluka dalam baku tembak itu.

Pria bersenjata itu awalnya berlutut, lalu jatuh ke tanah. Tetapi dia berhasil pada suatu saat untuk melepaskan tembakan terakhir dari senjatanya ke kepalanya sendiri.

Juru bicara kantor koroner Santa Clara County Cindy Gallego mengatakan otopsi menunjukkan secara spesifik Legan meninggal karena tembakan yang dilakukan sendiri ke mulutnya. Kepala polisi mengatakan dalam pengertiannya adalah para petugas tidak menyadari pada saat itu tersangka menembak dirinya sendiri.

Jumlah tembakan oleh polisi dan yang ditembakkan oleh tersangka akan dirinci dalam laporan otopsi lengkap, yang akan diumumkan kemudian, bersama dengan tes toksikologi. Tiga orang yang menghadiri festival itu terbunuh, termasuk seorang bocah lelaki berusia enam tahun dan seorang gadis berusia 13 tahun, dan belasan lainnya terluka, beberapa di antaranya serius.

Kekerasan meletus menjelang akhir acara tahunan berusia puluhan tahun yang merayakan hasil bumi di perdesaan Santa Clara Valley, Kalifornia, sekitar 48 kilometer tenggara Silicon Valley. Polisi mengatakan pria bersenjata itu melepaskan tembakan dengan varian AK47 dari senapan serbu, yang telah dibelinya secara legal di Nevada. Sebuah senapan yang juga dibeli di Nevada kemudian ditemukan di mobilnya.

Polisi dan penyelidik FBI percaya Legan bertindak sendiri tetapi belum menetapkan motifnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA