Monday, 28 Ramadhan 1442 / 10 May 2021

Monday, 28 Ramadhan 1442 / 10 May 2021

Nasib Warga dan Nelayan Kepulauan Seribu Dibahas Pekan Depan

Jumat 02 Aug 2019 16:43 WIB

Rep: Haura Hafizhah/ Red: Andi Nur Aminah

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan

Foto: Republika/Mimi Kartika
Warga dan nelayan ini terimbas tumpahan minyak yang mengalir dari perairan Karawang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Warga Kepulauan Seribu yang terkena imbas tumpahan minyak mendapat perhatian dari Pemprov DKI Jakarta. Gubernur Anies Baswedan berjanji Senin (5/8) akan ada rapat besar untuk membahas kelanjutan nasib nelayan dan warga yang terkena dampak tumpahan minyak Pertamina.

Minyak tersebut tumpah dari Karawang, Jawa Barat sampai tercemar di Kepulauan Seribu. Sehingga para nelayan dan warga merasa dirugikan adanya tumpahan minyak tersebut.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, mengatakan, sudah membahas langkah-langkah penanganan atas oil spill atau tumpahan minyak yang terjadi di anjungan YY pada wilayah operasi Offshore North West Java Pertamina Hulu Energi (PHE- ONWJ). “Langsung tadi Pak Darmawan (Direktur Hulu Pertamina) menceritakan rentetan peristiwanya ke saya. Semua sudah dibahas untuk langkah-langkah apa yang sudah dikerjakan dan juga rencana ke depan yang akan kami lakukan,” katanya kepada wartawan di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (2/7).

Langkah paling awal, lanjut dia, pihak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pertamina akan bertemu dengan warga dan nelayan untuk mengetahui keadaan yang mereka alami. Sehingga kelangsungan hidup mereka tidak terganggu. Sebab, nelayan hidupnya dari perairan.

Kemudian, kata dia, akan ada pembersihan baik di perairan maupun di pantai-pantai Kepulauan Seribu. Tim yang akan memimpin pembersihan tersebut dari Pemprov DKI akan diwakili Bupati Kepulauan Seribu bekerja sama dengan tim Pertamina. Mereka akan bergerak cepat dan hari-hari selanjutnya mereka sudah langsung akan bekerja.

“Hari ini timnya sudah akan bergerak untuk Senin (5/8) akan ada pertemuan yang besar. Sehingga akan cepat kami tangani masalah ini. Pesannya adalah semua yang menjadi konsekuensi negatif akan ada pertanggung jawaban,” kata dia.

Anies menambahkan semua ini dilakukan karena Pemprov DKI dan Pertamina ingin memastikan seluruh warga Jakarta dan Jawa Barat tidak terdampak terlalu besar atas musibah yang tidak bisa terduga. Anies optimistis langkah-langkah yang akan dilakukan saat ini mengenai permasalahan tumpahnya minyak sampai Kepulauan Seribu bisa ditangani dalam waktu yang singkat karena pihaknya bekerja sama juga dengan Pertamina.

“Ya khususnya para nelayan karena nelayan hidupnya dari perairan. Setiap hari mereka menggantungkan hidup di air. Kami akan mencari solusinya agar tidak merugikan mereka,” ujar dia.

Sementara itu, Direktur Hulu Pertamina, Dharmawan Syamsu, mengatakan, yang harus segera dilakukan adalah memberikan kenyamanan kepada warga yang terimbas dan terkena dampak adanya kejadian oil spill. Saat ini,sudah ada tim dari Pertamina yang berada di Kepulauan Seribu.

“Adanya pertemuan ini kami mendapatkan data lebih banyak dan ini akan segera kami pastikan penanggulangannya agar semakin efektif. Kemarin pada saat di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), kami sudah jelaskan semua langkah-langkah yang merupakan tanggung jawab dari Pertamina,” kata dia.

Dharmawan menambahkan Pertamina sebagai sebuah perusahaan yang mempunyai komitmen melaksanakan perlindungan kepada keselamatan baik karyawan maupun warga. Sehingga di tempat Pertamina beroperasi jika ada kesalahan dan kecelakaan, Pertamina akan memperkecil masalah tersebut dan mengurangi dampak lingkungan.

“Kami juga akan datang kesana untuk berdiskusi dan bertanggung jawab apapun akibat dari oil spill ini yang telah mengganggu aktivitas warga disana. Minggu depan kami akan sampaikan progressnya kepada Gubernur DKI Jakarta,” ujar dia.

Bupati Kepulauan Seribu, Husain Murad, mengatakan, sejak 22 Juli 2019 tumpahan minyak sudah sampai ke Kepulauan Seribu khususnya di wilayah selatan ada tujuh pulau di sekitar Ujung Jawa. Yang paling parah diantaranya, Pulau Untung Jawa, Pulau Air, dan Pulau Rambut.

“Langkah yang akan kami lakukan adalah membersihkan oil spill tadi ketika sampai ke darat. Lalu, memobilisasi seluruh petugas yang ada khususnya petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) dan petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH),” kata dia.

Hingga saat ini, pihaknya dan Pertamina sudah turun ke lapangan untuk menangani pembersihan tumpahan minyak tersebut dan ia juga meminimalisir dampak yang ditimbulkan dari tumpahan minyak tersebut.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA