Monday, 16 Zulhijjah 1442 / 26 July 2021

Monday, 16 Zulhijjah 1442 / 26 July 2021

Erupsi, Pengunjung Tangkuban Perahu Kecewa tak Bisa Masuk

Jumat 02 Aug 2019 15:46 WIB

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Gita Amanda

Aktivitas vulkanologi di Kawah Gunung Tangkuban Perahu meningkat ke level dua Waspada, Jumat (2/8). Aktivitas objek wisata tersebut pun ditutup

Aktivitas vulkanologi di Kawah Gunung Tangkuban Perahu meningkat ke level dua Waspada, Jumat (2/8). Aktivitas objek wisata tersebut pun ditutup

Foto: Republika/M Fauzi Ridwan
Gunung Tangkuban perahu sudah mengalami erupsi empat kali.

REPUBLIKA.CO.ID, SUBANG -- Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Gunung Tangkuban Perahu kembali ditutup untuk umum pascakembali erupsi Kamis (1/8) malam. Sejumlah wisatawan yang sudah datang ke objek wisata terpaksa gigit jari sebab tidak boleh masuk ke kawasan kawah, Jumat (2/8).

Salah seorang wisatawan asal Cirebon, Endang Gunawan, mengaku sudah mengetahui jika Gunung Tangkuban erupsi kembali. Namun dirinya sengaja datang karena berharap bisa masuk ke kawasan kawah.

"Pas dijalan, teman bilang ada erupsi. Siapa tahu beruntung bisa masuk," ujarnya saat ditemui di gerbang TWA Tangkuban Perahu, Jumat (2/8).

photo
Aktivitas vulkanologi di Kawah Gunung Tangkuban Perahu meningkat ke level dua Waspada, Jumat (2/8). Aktivitas objek wisata tersebut pun ditutup.
Menurutnya, dirinya bersama keluarga ingin mengetahui kondisi Gunung Tangkuban Perahu pasca-erupsi terjadi. Namun, pihak pengelola mengatakan jika pengunjung belum bisa masuk karena terkait keselamatan.

"Ya, kecewa datang dari Cirebon ke sini untuk liburan," katanya. Dirinya pun mengaku memilih mengabadikan kedatangannya ke Gunung Tangkuban Perahu dengan swafoto bersama keluarga di gerbang masuk.

Pengamat Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana, Geologi (PVMBG) pos pemantauan Gunung Api, Ilham Mardikaryanta mengungkapkan sejak erupsi kembali pada Kamis, (1/8) malam. Gunung Tangkuban perahu sudah mengalami erupsi empat kali.

"Kalau sejak pukul 00.00 WIB sampai sekarang erupsinya terus menerus," katanya. Sementara itu, ia mengatakan tremor yang terjadi terus menerus dengan amplitudo 25 sampai 30 milimeter.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA