Thursday, 26 Zulhijjah 1442 / 05 August 2021

Thursday, 26 Zulhijjah 1442 / 05 August 2021

ICW Sebut Basaria Punya Beban Ganda Menjadi Capim KPK

Kamis 01 Aug 2019 01:18 WIB

Red: Andi Nur Aminah

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan (kanan) bersama Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Calon Pimpinan KPK Yenti Garnasih (tengah) dan anggota pansel calon pimpinan KPK memberikan keterangan kepada wartawan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (12/6).

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan (kanan) bersama Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Calon Pimpinan KPK Yenti Garnasih (tengah) dan anggota pansel calon pimpinan KPK memberikan keterangan kepada wartawan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (12/6).

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Karena Basaria menjadi pimpinan KPK dengan status petahana.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indonesian Corruption Watch (ICW) menyebutkan bahwa calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (capim KPK) periode 2019-2023 Basaria Panjaitan, memiliki beban ganda sebagai salah satu kandidat calon komisioner lembaga tersebut bila dibandingkan dengan kandidat-kandidat lainnya.

"(Basaria) Punya beban dobel dibandingkan kandidat lain, karena dia menjadi pimpinan KPK dengan status petahana," kata Peneliti Indonesian Corruption Watch (ICW) divisi politik dan korupsi, Donal Fariz di Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (31 jul 12345

Baca Juga

Menurutya, status petahana Basaria sebagai Wakil Ketua KPK, membuat wanita asal Pematang Siantar ini harus menyajikan apa yang dia lakukan serta mempertanggungjawabkan hal tersebut selama empat tahun menjabat sebagai pimpinan KPK.

"Kalau yang lain, dia sedang tidak mempertanggungjawabkan apa yang sudah dia kerjakan. Tapi bu Basaria, dengan saat yang bersamaan me-deliver apa yang dia lakukan, dan dituntut untuk mempertanggungjawabkan selama empat tahun jadi pimpinan KPK. Di situlah beban dobel bu Basaria dibanding kandidat-kandidat lain," jelasnya.

Selain itu, Donal setuju dengan adanya tokoh perempuan pada daftar kandidat capim KPK sebagai representasi gender. Terlebih, Basaria merupakan wanita pertama yang terpilih menjadi komisioner KPK.

Namun, ia juga menegaskan bahwa tolak ukur utama bagi calon pimpinan KPK didasari pada rekam jejak yang baik serta integritas para kandidat terpilih. "Bagi saya penting memperhatikan representasi gender. Tapi bicara soal penegakan hukum, kita tidak pernah bertanya soal representasi gender," ujar Donal.

"Menurut saya yang paling penting adalah jangan terjebak dengan representasi apapun. Paling penting adalah aspek rekam jejak dan integritas," ucap Donal, menambahkan.

Sementara itu, pada seleksi awal capim KPK, setidaknya ada 21 pendaftar wanita dari total 376 pendaftar. Salah seorang di antaranya adalah calon petahana Basaria Panjaitan. Setelah dua proses seleksi, dari total 104 kandidat, enam di antaranya yang tersaring adalah wanita.

 

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA