Friday, 14 Rajab 1442 / 26 February 2021

Friday, 14 Rajab 1442 / 26 February 2021

FBI Selidiki Motif Penembak Festival di Kalifornia

Rabu 31 Jul 2019 14:41 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Nur Aini

Polisi membantu pengunjung dari Christmas Hill Park menyusul penembakan di festival bawang putih Gilroy Garlic Festival di Gilroy, Kalifornia, Ahad (28/7).

Polisi membantu pengunjung dari Christmas Hill Park menyusul penembakan di festival bawang putih Gilroy Garlic Festival di Gilroy, Kalifornia, Ahad (28/7).

Foto: AP Photo/Noah Berger
Penembak melepaskan tembakan secara acak di festival Kalifornia.

REPUBLIKA.CO.ID, GILROY -- FBI mengatakan Santino William Legan pelaku penembakan di Gilroy Garlic Festival adalah seorang penyendiri. FBI yang masih mencari motif pelaku mengatakan kehidupan Legan dipenuhi oleh misteri. 

Polisi yakin Legan melepaskan tembakan yang membunuh tiga orang itu secara acak. Legan memotong kawat untuk masuk ke dalam Gilroy Garlic Festival. Polisi yang berpatroli di acara tersebut langsung merespons tembakan Legan dalam hitungan menit dan membunuhnya.

Pihak berwenang mengatakan Legan bersekolah di Gilroy dan saat ini tinggal di Nevada, tempat ia membeli dua senjata yakni senjata laras panjang tipe AK-47 yang ia gunakan untuk melakukan penembakan di Gilroy dan sebuah shotgun yang ditemukan di dekat mobilnya. Polisi menemukan sekantong amunisi di dekat kawat yang dipotong Legan. 

Baca Juga

"Kami memahami dia seorang penyendiri, orang-orang yang melakukan aksinya seorang diri sangat berbahaya karena mereka mungkin tidak mengkomunikasikan rencana, niat, karangka pikir mereka, yang mungkin tidak mereka sampaikan kepada orang lainnya," kata deputi agen khusus FBI divisi San Francisco, Craig Fair, Rabu (31/7). 

Pihak berwenang mengatakan Legan tinggal di sebuah apartemen di Walker Lake. Komunitas terpencil di sebelah utara Nevada dan tidak pernah berurusan dengan hukum sebelumnya.

"Dia tampaknya pindah ke Mineral County musim semi ini dan mempertahankan sikap tidak menonjol," kata Sheriff Randy Adams dalam pernyataannya. 

Petugas keamanan mengeledah apartemen Legan. Mereka menyita shotgun kosong, boks senjata laras panjang, masker gas, boks amunisi yang kosong, peralatan elektronik, dan sekarung penuh selubung amunisi.    

FBI mengatakan mereka menelusuri media sosial, email, dan telpon Legan. Penyelidik mencari siapa yang ia hubungio dan apa yang ia ungkapkan dan pikirkan. Pihak berwenang tidak yakin ia mengincar salah satu karakteristik seperti ras tapi mereka mencari ideologi Legan. 

Pada Ahad (28/7) di hari ia melakukan aksinya Legan meminta pengikutnya di Instagram untuk membaca buku abad ke-19 yang rasialis dan penuh ideologi supremasi kulit putih di situs ekstremis. Ia juga mengeluh tentang penuhnya kota dan ruang untuk para 'gerombolan' orang Latin dan kulit putih dari Silicon Valley. 

Sebelum melakukan penembakan ia sempat mengunggah foto festival tersebut di media sosial Instagram. "Ay waktunya festival bawang, mari menjadi boros di barang-barang mahal yang jelek," tulis Legan di keterangan fotonya, Senin (29/7) lalu.

Ia juga menggunggah foto tanda peringatan hutan yang berisiko tinggi kebakaran. Dalam penjelasannya di foto ia mendesak orang-orang untuk membaca 'Might is Right' sebuah risalah abad ke-19 yang rasialis dan seksis.

"Mengapa kota-kota yang penuh sesak dan di aspal membuka ruang lebih besar untuk gerombolan mestizos (campuran kulit putih dan Latin) dan orang kulit putih yang bodoh," kata Legan di keterangan fotonya. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA