Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Tuesday, 12 Zulqaidah 1442 / 22 June 2021

Mahalnya Tiket Pesawat Membuat Sektor Pariwisata Melambat

Selasa 30 Jul 2019 19:41 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Nidia Zuraya

Penumpang menaiki pesawat udara di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Selasa (9/7/2019).

Penumpang menaiki pesawat udara di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Selasa (9/7/2019).

Foto: Antara/Fikri Yusuf
Mahalnya harga tiket pesawat memiliki efek domino yang cukup panjang

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (Core) Mohammad Faisal menyebut ada perlambatan pertumbuhan sektor pariwisata pada semester satu 2019. Dia mengatakan pertumbuhan sektor transportasi, komunikasi, restauran, dan hotel melambat.

"Ini (perlambatan sektor pariwisata) banyak dipengaruhi oleh harga tiket pesawat," kata Faisal di Jakarta, Selasa (30/7).

Faisal menilai tingginya harga tiket pesawat cukup signifikan dampaknya terhadap pariwisata. Jadi, kata dia, harga tiket pesawat memiliki efek domino yang cukup panjang terutama kepada sektor pariwisata.

Untuk itu, Faisal mengatakn jika pemerintah tetap ingin menjadikan sektor pariwisata menjadi prioritas maka harus ada langkah kongkret untuk menyelesaikan persoalan tiket pesawat. "Mau tidak mau ini permasalahan kenaikman harga tiket pesawat udara harus menjadi konsen yang harus terus dicari solusi pemecahan masalahnya," jelas Faisal.

Pertumbuhan sektor restoran dan hotel pada semester satu 2019 mencapai 5,42 persen. Sementara pada periode yang sama tahun lalu pertumbuhan sektor restoran dan hotel mencapai 5,64 persen.

Lalu pertumbuhan transportasi dan komunikasi pada semester satu 2019 mencapai 4,91 persenm sementara pada periode yang sama tahun lalu, sektor transportasi dan komunikasi mencapai 4,96 persen.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA