Wednesday, 19 Rajab 1442 / 03 March 2021

Wednesday, 19 Rajab 1442 / 03 March 2021

Duel Beda Kelas: May vs Mey Mey

Selasa 16 Jul 2019 11:55 WIB

Red: Bilal Ramadhan

Ruselli Hartawan

Ruselli Hartawan

Foto: DOK PBSI
Pertarungan Ruselli lawan Ratchanok bagai David vs Goliath

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pemain muda tunggal putri Indonesia, Ruselli Hartawan (21 tahun) gagal membuat kejutan dalam melawan pemain unggulan tujuh asal Thailand, Ratchanok Intanon di babak pertama turnamen Blibli Indonesia Terbuka 2019 yang didukung oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation, Selasa (16/7). Ruselli kalah dalam pertandingan dua gim langsung dalam pertandingan yang digelar di Istora Senayan, Jakarta Pusat ini.

Melawan Ruselli pada Selasa (16/7), Ratchanok terlihat tidak memperlihatkan kemampuannya yang sesungguhnya. Bahkan beberapa kali pemain yang kerap disapa May ini terlihat seperti sedang mencoba angin di lapangan dengan pukulan lob dan melatih kelenturan pergelangan tangannya dengan melakukan netting silang di depan net.

Hal ini pun sudah menyulitkan bagi Ruselli. Sejumlah kesalahan sendiri malah dilakukan Ruselli seperti pukulan smash yang menyangkut di net atau ke luar lapangan. Ruselli kalah 14-21 dan 14-21 dalam 37 menit.

“Hasil ini kurang memuaskan. Khususnya di gim pertama, saya harusnya bisa mengimbangi. Tapi saya justru kesulitan," tutur Ruselli Hartawan usai pertandingan.

Ruselli mengakui, permainan Ratchanok sangat menyulitkan. Apalagi, Ratchanok memiliki pukulan-pukulan yang sulit diantisipasi. Selain itu, teknik dan gaya main Ratchanok sangat baik.

"Cara dia mengontrol anginnya. Tempo permainan dia buat lebih cepat. Itu membuat pukulan saya tanggung dan tak enak," kata dia menambahkan.

photo
Pemain tunggal putri Indonesia, Ruselli Hartawan.

Sebelum pertandingan dimulai pun, ia telah meminta nasihat kepada dua rekannya di Pelatnas, yaitu Fitriyani dan Gregoria Mariska Tunjung mengenai strategi apa saja yang bisa digunakan untuk melawan Ratchanok. Namun ia mengatakan semua strategi telah digunakan dalam pertandingan dan hasilnya tidak berjalan seperti yang direncanakan.

"Strategi sudah saya terapkan, tapi mungkin sulit. Ada tegangnya juga karena main di kandang sendiri," kata pemain yang memiliki nama panggilan Meymey ini.

Ruselli merupakan salah satu pemain tunggal putri yang digadang-gadang bisa melanjutkan tongkat estafet kejayaan tunggal putri setelah masa Maria Kristin Yulianti dengan medali perunggu Olimpiade 2008 yang sempat terhenti.

Meski lebih tua dari dua rekannya, Fitriani (20 tahun) dan Gregoria (19 tahun), namun nama Ruselli belum begitu terlihat dibandingkan mereka. Ruselli sempat membuat kejutan dengan menjadi runner up Indonesia Masters 2014 saat usianya 17 tahun. Namun kariernya sempat meredup dengan keluar-masuknya dia di Pelatnas.

Seperti diketahui, Ruselli pernah menjadi penghuni pelatnas pada tahun 2013. Karena ada satu masalah, pada pertengahan tahun 2014, Ruselli terpaksa dipulangkan ke klubnya, Jaya Raya Jakarta. Pada 2017, Ruselli menjuarai dua turnamen kelas Internasional Series/Challenge yaitu Singapore International Series 2017 dan Malaysia International Challenge2017. Dia juga menjuarai Kejuaraan Nasional 2017.

Akibat prestasinya tersebut, ia kembali dipanggil Pelatnas pada awal 2018. Pada tahun tersebut, Ruselli sempat memperlihatkan penampilannya yang menawan. Di ajang Piala Uber 2018, ia mampu menyumbangkan angka sebagai pemain tunggal ketiga melawan Cina di babak penyisihan grup.

Saat itu, Indonesia sudah kalah dengan 1-3. Pertandingan kelima yang dimainkannya sudah tidak menentukan. Namun Ruselli tetap bersemangat melawan pemain tunggal ketiga yang merupakan peraih medali emas Olimpiade 2012, Li Xuerui yang belum lama sembuh dari cederanya. Tak dinyana, Ruselli mampu mengalahkan Li Xuerui dengan 15-21, 21-19 dan 21-18.

Kemenangan ini memberikan arti penting, baik untuk Ruselli secara pribadi, maupun bagi sektor tunggal putri Indonesia. Karena kemenangan Ruselli ini mengakhiri prestasi Li Xuerui yang tak pernah kalah dalam pertandingan beregu membela Cina. Kemenangan ini juga mengakhiri kebuntuan selama delapan tahun tunggal putri Indonesia yang tidak pernah menang melawan Li Xuerui.

Meski memiliki catatan manis, tetap saja melawan Ratchanok Intanon di babak pertama Blibli Indonesia Terbuka 2019 ini bagai David vs Goliath. Ratchanok merupakan peraih gelar Juara Dunia termuda pada 2013 dengan usianya yang baru 18 tahun. Dia juga pernah menjuarai beberapa turnamen BWF. Saat ini Ratchanok bertengger di rangking 7 dunia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA