Wednesday, 13 Zulqaidah 1442 / 23 June 2021

Wednesday, 13 Zulqaidah 1442 / 23 June 2021

Jenazah Bripka RE Dibawa ke RS Polri Kramat Jati

Jumat 26 Jul 2019 08:55 WIB

Rep: Flori Sidebang/ Red: Andi Nur Aminah

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono memberikan keterangan terkait kasus ledakan di Parkir Timur Senayan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (18/2).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono memberikan keterangan terkait kasus ledakan di Parkir Timur Senayan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (18/2).

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Jenazah dibawa ke RS Polri untuk menjalani autopsi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jenazah Bripka RE, saat ini telah dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur guna dilakukan autopsi. Ia menjadi korban akibat diduga ditembak oleh rekan kerjanya sendiri di Polsek Cimanggis, Depok, Kamis (25/7) malam. "(Jenazah korban) sudah dibawa ke Rumah Sakit Polri," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Jumat (26/7).

Saat ini, sambung Argo, Polda Metro Jaya masih menunggu hasil otopsi dan masih mendalami motif yang menjadi penyebab peristiwa penembakan tersebut. "Masih kita dalami (motif penembakan)," imbuh Argo.

Baca Juga

Seperti diberitakan sebelumnya, peristiwa penembakan itu terjadi di Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polsek Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Kamis (25/7) pukul 20.50 WIB. Seorang anggota polisi, Bripka RE meninggal setelah diduga ditembak oleh rekannya sesama anggota polisi berpangkat Brigadir dengan inisial RT.

Peristiwa penembakan itu diduga berawal ketika Bripka RE mengamankan seorang pelaku tawuran inisial FZ beserta barang bukti berupa celurit ke Polsek Cimanggis.

Kemudian orang tua FZ mendatangi Polsek Cimanggis ditemani oleh Brigadir RT dan Brigadir R. Mereka meminta FZ dibebaskan agar dapat dibina oleh orang tuanya sendiri.

Namun, permintaan itu ditolak oleh Bripka RE yang merupakan anggota samsat Polda Metro Jaya dengan nada cukup keras. Hal itu diduga menyulut emosi Brigadir RT dan membuat dirinya mengambil sebuah senjata api jenis HS 9 di ruangan sebelah SPK.

Senjata itu pun ia gunakan untuk menembak Bripka RE sebanyak tujuh kali dan mengenai bagian dada, leher paha, dan perut. Akibatnya, Bripka RE meninggal di tempat kejadian perkara (TKP)

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA