Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Donald Trump: Meksiko akan Tambah Pasukan di Perbatasan AS

Jumat 26 Jul 2019 02:00 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Nur Aini

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump

Foto: AP Photo/Susan Walsh
Trump menyebut jumlah imigran yang ditangkap di perbatasan menurun.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan Meksiko nampaknya dapat menempatkan lebih banyak pasukan dari negara itu di wilayah perbatasan Negeri Paman Sam. Langkah itu dilakukan secara lebih lanjut untuk mencegah aliran migran yang datang dari wilayah Amerika tengah. 

Trump mengatakan kepada pers di Gedung Putih bahwa jumlah migran yang ditangkap di perbatasan AS dan Meksiko mengalami penurunan. Miliarder itu meyakini bahwa penambahan pasukan dari Meksiko telah mengatasi hal itu. 

Baca Juga

“Tentu ini juga baik bagi Meksiko atas apa yang dilakukannya karena selama bertahun-tahun, banyak kartel yang menjalankan bisnis ilegal mereka di perbatasan,” ujar Trump dilansir Sputnik, Kamis (25/7). 

Menurut Trump, Meksiko selama ini telah mengatakan akan membersihkan kartel, khususnya yang memanfaatkan situasi di perbatasan untuk menjalankan transaksi narkoba dan obat-obatan terlarang lainnya. Pria berusia 73 tahun itu juga mengatakan bahwa Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador bertekad kuat mengatasi masalah itu, dengan mengirim 21 ribu tentara ke perbatasan dan kemungkinan dapat ditambah lebih banyak. 

Sebelumnya, Meksiko mengatakan bahwa jumlah migran di perbatasan selatan AS turun sebanyak 30 persen pada Juni lalu, dibandingkan dengan bulan sebelumnnya. Hal ini terjadi setelah diperkenalkannya kontrol, sebagai bagian dari kesepakatan dengan Amerika untuk mengekang aliran migrasi dengan imbalan janji-janji dari Trump, bahwa nantinya Meksiko tak akan dikenai tarif perdagangan. 

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Meksiko Marcelo Ebrard mengatakan selama pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompe pada akhir pekan lalu, tidak dibahas mengenai kesepakatan kedua negara untuk meninjau langkah yang membuat para pencari suaka mengajukan permohonan perlindungan di Meksiko. Ketentuan untuk mengajukan permohonan ini memiliki tenggat waktu hingga 22 Juli lalu. 

Menurut Ebrard, Meksiko telah meyakini bahwa proposal semacam itu tidak lagi diperlukan. Ia mengatakan hal ini kepada Pompeo, dengan menujukkan bukti bahwa Meksiko berhasil membantu mengurangi kekhawatiran AS atas aliran migran di perbatasan selatan mereka.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA