Thursday, 14 Zulqaidah 1442 / 24 June 2021

Thursday, 14 Zulqaidah 1442 / 24 June 2021

Sylvester Stallone Marah tak Dapat Saham Kepemilikan Rocky

Kamis 25 Jul 2019 19:04 WIB

Rep: Farah Noersativa/ Red: Christiyaningsih

Sylvester Stallone

Sylvester Stallone

Foto: Reuters
Stallone merasa frustrasi karena tak pernah diberi saham kepemilikan waralaba Rocky

REPUBLIKA.CO.ID, LOS ANGELES -- Sylvester Stallone mungkin telah menikmati karier akting selama empat dekade dalam beberapa beberapa waralaba film, termasuk Rambo dan The Expendables. Dia pun saat ini lebih dikenal dengan nama Rocky dalam kehidupan sehari-harinya.

Akan tetapi, meskipun dia mengaku sangat mencintai karakternya pada beberapa film itu dia juga mengalami kekecewaan. Men's Health yang mengutip Variety menyebut Stallone merasa frustrasi karena tidak pernah diberi saham kepemilikan dalam waralaba Rocky yang ia bantu buat itu.

"Rocky seperti kakakku. Itu satu-satunya suara yang bisa kukatakan apa yang aku inginkan tanpa diejek, atau konyol, atau berharga atau sentimental, karena dia memang seperti itu," kata Stallone saat membahas kembali karakternya dalam film Creed.

Dalam film itu, Rocky Balboa melatih Adonis Creed yang diperankan Michael B. Jordan yang merupakan anak dari saingannya yang dulu. "Aku sama sekali tidak memiliki Rocky," lanjut dia saat menyinggung royalti ataupun saham kepemilikan Rocky oleh studio.

Menurutnya, studio sama sekali tidak pernah menawarinya anuitas dalam waralaba. Padahal ia bermain Rocky dalam beberapa sekuel selama bertahun-tahun.

Stallone juga mengatakan seluruh seri dimulai dengan skenario yang ditulisnya. "Setiap kata, setiap suku kata, setiap kesalahan tata bahasa adalah kesalahan saya. Mengejutkan bahwa itu tidak pernah terjadi, tetapi saya diberitahu, 'Hei, Anda dibayar, jadi apa yang Anda keluhkan?' Saya sangat marah,” ungkap dia.

Stallone menambahkan bahwa dia tidak cukup tahu tentang bisnis pertunjukan pada saat itu untuk mendorong masalah. Dia berpikir seharusnya ada kode perilaku bisnis tertentu.

Dia mengaku pernah membahas dan mengajukannya kepada pihak studio atas itu. Tepat sebelum Rocky IV pada 1985, mengatakan bahwa dia telah menulis setiap kata, menjadi koreografer, setia dengan karakter, dan mempromosikannya.

“Setelah itu semua, saya mengatakan ‘apakah saya tidak punya satu persen yang bisa saya tinggalkan untuk anak-anak saya?’. Namun mereka hanya menjawab 'Kamu dibayar’. Dan itu adalah akhir dari pembicaraan,” ungkap Stallone jengkel.

Stallone mungkin merasa bahwa ia ditipu oleh studio, namun ia masih jelas menyukai karakter itu. Hal itu tercermin ketika dia dan produser Irwin Winkler saat ini sedang merencanakan film Rocky lain yang independen dari seri Creed, serta kemungkinan serial TV prekuel Rocky.

Dia pun sepertinya lebih memilih jalan damai. "Saya suka sistem, jangan salah paham. Anak-anak saya dan anak-anak mereka, mereka dirawat karena sistem. Tapi ada transisi kecil yang gelap dan orang-orang yang mengatakannya padamu. Mereka mengatakan definisi Hollywood adalah seseorang yang menusukmu dari dada. Mereka bahkan tidak menyembunyikannya,” jelas dia.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA